Spilltekno – Bryan Johnson, seorang pengusaha teknologi ternama, dikenal obsesinya terhadap umur panjang. Ia telah menghabiskan jutaan dolar demi mencapai awet muda dan hidup abadi. Namun, sebuah kabar mengejutkan kini menghantam perjalanan hidupnya.
Johnson yang berusia 48 tahun ini baru saja menerima diagnosis kesehatan yang sangat serius. Penyakit autoimun tak tersembuhkan kini menyerang tubuhnya. Kondisi ini dikabarkan membuat lambungnya seolah ‘memakan’ dirinya sendiri.
Diagnosis tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi Johnson yang gigih. Ironisnya, ia adalah CEO Braintree yang selama ini sangat fokus pada biohacking. Metode ini sering disebut sebagai cara untuk ‘meretas’ biologi tubuh agar berfungsi optimal.
Biohacking melibatkan berbagai praktik ekstrem, mulai dari diet ketat hingga transfusi darah. Johnson bahkan memiliki tim dokter pribadi yang memantau setiap aspek kesehatannya. Tujuannya adalah memperlambat atau bahkan membalikkan proses penuaan.
Penyakit autoimun sendiri adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri. Ini menciptakan tantangan besar bagi Johnson yang ingin mengendalikan setiap detail tubuhnya. Banyak ahli medis masih mencari obat definitif untuk kondisi ini.
Meskipun demikian, Johnson tidak menyerah begitu saja pada takdirnya. Ia tetap optimis bahwa biohacking dapat membantunya mengatasi cobaan berat ini. Johnson berjanji akan membagikan setiap langkah dan prosesnya kepada publik melalui akun X miliknya.
Kisah Bryan Johnson ini membuka diskusi baru tentang batasan sains dan ambisi manusia. Pertanyaannya adalah sejauh mana teknologi bisa mengalahkan kehendak alamiah tubuh. Perjalanan Johnson akan menjadi studi kasus menarik bagi banyak pihak.
Ini juga menyoroti kompleksitas tubuh manusia yang seringkali tak terduga. Meskipun dengan sumber daya tak terbatas, tantangan kesehatan tetap bisa datang kapan saja. Kita akan terus mengikuti perkembangan kisah inspiratif sekaligus memilukan ini.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
