Spilltekno – Skandal penyelundupan chip canggih kembali mengguncang industri teknologi global. Kasus ini melibatkan salah satu pendiri perusahaan server raksasa Amerika Serikat. Penyelundupan chip AI ke China menjadi sorotan utama otoritas federal.
Yih-Shyan Liaw, sosok di balik berdirinya Supermicro, kini menghadapi tuduhan serius. Perusahaan Supermicro dikenal sebagai pemasok server terkemuka di dunia. Keterlibatan Liaw mengejutkan banyak pihak di sektor teknologi.
Jaksa penuntut menuduh Liaw secara sengaja menyelundupkan server kecerdasan buatan. Server tersebut dilengkapi dengan prosesor Nvidia yang sangat canggih. Pengiriman ilegal ini ditujukan langsung ke China.
Untuk melancarkan aksinya, Liaw diduga menggunakan jaringan perantara yang kompleks. Server AI dipesan melalui pihak ketiga guna menghindari deteksi. Kemudian, barang-barang tersebut dikirim melalui makelar di Asia Tenggara.
Modus operandi penyelundupan ini melibatkan penggunaan kotak tanpa merek khusus. Tujuannya jelas untuk mengakali ketatnya kontrol ekspor Amerika Serikat. AS telah memberlakukan pembatasan penjualan chip canggih ke perusahaan China sejak tahun 2022.
Otoritas federal mendakwa Liaw bersama dua individu lainnya. Seorang karyawan perusahaan dan kontraktor luar juga turut terlibat dalam kasus ini. Total nilai server yang diselundupkan diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS.
Kabar penyelidikan ini langsung memberikan dampak signifikan pada Supermicro. Saham perusahaan anjlok drastis hingga 30% dalam waktu sehari. Insiden ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu pelanggaran ekspor teknologi.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi perdagangan internasional. Pemerintah AS terus memperketat pengawasan terhadap transfer teknologi AI. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau secara ketat oleh industri global.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
