Spilltekno – Podcast Raditya Dika dan Sheila Dara sukses bikin heboh jagat maya. Keduanya asyik bercerita tentang kelezatan unagi yang baru saja mereka santap. Sontak, pencarian tentang unagi langsung melonjak tinggi di berbagai platform media sosial.
Fenomena ini memicu perdebatan menarik di kalangan netizen. Banyak yang terkejut karena selama ini mereka mengira unagi adalah belut. Padahal, hidangan lezat itu sebenarnya berasal dari ikan sidat.
Pertanyaan mendasar pun muncul ke permukaan: apakah ikan sidat dan belut itu sama? Jawabannya tegas, keduanya adalah spesies yang berbeda. Meskipun punya bentuk tubuh yang sama-sama panjang dan licin, mereka tidaklah identik.
Ikan sidat, atau yang dikenal global sebagai eel, termasuk dalam ordo Anguilliformes. Mereka memiliki siklus hidup unik yang melibatkan migrasi jauh dari air tawar ke laut untuk berkembang biak. Daging sidat sangat populer di Jepang dan diolah menjadi unagi.
Sementara itu, belut termasuk dalam ordo Synbranchiformes, sering disebut swamp eel. Belut lebih banyak ditemukan di perairan tawar seperti sawah atau rawa-rawa di Asia Tenggara. Di Indonesia, belut sering diolah menjadi pecel atau digoreng renyah.
Perbedaan utama terletak pada klasifikasi biologis dan habitat alami mereka. Sidat umumnya memiliki sirip dada yang jelas, sedangkan belut cenderung tidak memilikinya atau sangat kecil. Mata sidat juga cenderung lebih besar dibandingkan belut.
Kemiripan bentuk tubuh yang panjang dan licin memang seringkali menjadi penyebab utama kebingungan. Namun, penting untuk memahami bahwa keduanya adalah makhluk air yang distinct. Pengenalan ini bisa menambah wawasan kita tentang keanekaragaman hayati.
Jadi, lain kali Anda mendengar kata unagi, ingatlah bahwa itu merujuk pada ikan sidat. Baik sidat maupun belut menawarkan cita rasa unik yang lezat. Keduanya sama-sama nikmat, hanya saja berasal dari spesies yang berbeda.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
