Spilltekno – Gelombang pembatasan media sosial untuk anak di bawah umur kini menyebar luas. Australia telah memelopori langkah ini dengan melarang remaja di bawah 16 tahun mengakses platform medsos. Kini, berbagai negara Eropa juga siap mengambil tindakan serupa demi melindungi generasi muda mereka.
Prancis baru-baru ini menyetujui larangan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, juga bersumpah akan menjaga anak-anaknya dari dunia digital yang liar. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Eropa dalam mengatasi dampak negatif teknologi.
Para ahli telah lama memperingatkan bahaya paparan media sosial berlebihan pada anak-anak. Waktu berjam-jam menggulir konten dapat mengubah cara kerja otak muda secara signifikan. Perubahan ini seringkali memicu kecemasan, depresi, dan gangguan kesehatan mental lainnya.
Pedro Sanchez menggambarkan ranah digital saat ini sebagai “Wild West” atau Barat Liar. Ini mengacu pada lingkungan tanpa aturan yang jelas, di mana anak-anak rentan terhadap berbagai risiko. Pembatasan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terkontrol.
Otak anak-anak dan remaja masih dalam tahap perkembangan krusial hingga usia dewasa awal. Paparan terus-menerus terhadap algoritma adiktif dapat mengganggu kemampuan fokus dan konsentrasi mereka. Hal ini juga berpotensi merusak keterampilan sosial dan perkembangan emosional alami.
Selain kecemasan, penggunaan media sosial berlebihan sering dikaitkan dengan masalah tidur. Cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon pemicu tidur. Akibatnya, kualitas tidur anak menurun drastis yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Langkah-langkah pembatasan ini tentu akan membawa tantangan baru bagi orang tua dan penyedia platform. Orang tua perlu lebih proaktif dalam memantau dan membimbing anak-anak mereka di dunia maya. Perusahaan teknologi juga didorong untuk mengembangkan fitur keamanan dan verifikasi usia yang lebih baik.
Inisiatif Eropa ini menandakan pergeseran paradigma global dalam regulasi teknologi. Perlindungan kesehatan mental dan perkembangan anak menjadi prioritas utama di era digital. Negara-negara lain kemungkinan besar akan segera mengikuti jejak ini demi masa depan anak-anak mereka.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
