Spilltekno – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baru-baru ini mengungkap temuan mengejutkan. Platform game populer Roblox disalahgunakan sebagai sarana rekrutmen terorisme. Modus ini secara spesifik menyasar anak-anak sebagai target utama.
Kepala BNPT Eddy Hartono menyatakan keberhasilan pihaknya. Mereka berhasil mencegah upaya rekrutmen terhadap 112 anak. Pencegahan ini dilakukan melalui fitur komunikasi dalam game tersebut.
Fitur chat dan voice chat di Roblox menjadi alat utama pelaku. Mereka memanfaatkannya untuk mendekati dan memengaruhi anak-anak. BNPT menyebut fenomena ini sebagai praktik digital grooming.
Digital grooming adalah proses pendekatan manipulatif secara daring. Pelaku membangun kepercayaan dengan korban melalui interaksi online. Tujuannya seringkali untuk eksploitasi atau indoktrinasi.
Roblox memiliki jutaan pengguna aktif dari kalangan anak-anak. Lingkungan game yang interaktif membuatnya rentan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Anak-anak mungkin tidak menyadari bahaya tersembunyi di balik pertemanan online.
Orang tua dan wali memiliki peran krusial dalam pengawasan. Mereka harus lebih proaktif memantau aktivitas daring anak-anak mereka. Edukasi mengenai keamanan siber dan interaksi online sangat diperlukan.
BNPT berkolaborasi erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan langkah pencegahan. Mereka terus berupaya melindungi anak-anak dari ancaman digital.
Ancaman rekrutmen terorisme digital ini adalah pengingat serius bagi kita semua. Penting untuk selalu waspada terhadap konten dan interaksi yang mencurigakan. Keamanan anak di dunia maya adalah tanggung jawab bersama.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
