Scroll untuk baca artikel
AI

Bos OpenAI Takut Dipukul Elon Musk Saat Rebutan Kendali

0
×

Bos OpenAI Takut Dipukul Elon Musk Saat Rebutan Kendali

Sebarkan artikel ini
Bos OpenAI Takut Dipukul Elon Musk Saat Rebutan Kendali
Bos OpenAI Takut Dipukul Elon Musk Saat Rebutan Kendali

SpillteknoGreg Brockman, Presiden OpenAI, membeberkan insiden mengejutkan terkait pendiri Tesla, Elon Musk. Ia mengungkap pertemuan panas pada tahun 2017 yang melibatkan upaya Musk mengendalikan perusahaan AI tersebut. Brockman bahkan mengaku sempat merasa takut akan dipukul oleh Musk.

Pertemuan tersebut terjadi ketika Brockman menolak usulan Musk untuk memiliki kendali lebih besar di OpenAI. Penolakan itu seketika mengubah suasana hati Musk menjadi sangat tegang dan tidak nyaman. Insiden ini kini menjadi sorotan di tengah gugatan hukum yang diajukan Musk.

Brockman, salah satu pendiri OpenAI, memberikan kesaksian di pengadilan federal Oakland. Ia menjelaskan detail momen ketika Musk menunjukkan perubahan emosi yang drastis. Kesaksian ini menjadi bagian penting dalam kasus gugatan Musk terhadap OpenAI.

Elon Musk saat ini menggugat OpenAI, berupaya membatalkan transisi perusahaan menjadi bisnis pencetak laba. Brockman sendiri merupakan salah satu tergugat dalam gugatan hukum tersebut. Pengakuan ini memberikan gambaran tentang ketegangan yang sudah ada sejak awal hubungan mereka.

Musk sendiri adalah salah satu pendiri OpenAI pada tahun 2015 dengan visi awal sebagai nirlaba. Ia kemudian meninggalkan dewan direksi pada tahun 2018 untuk menghindari konflik kepentingan dengan Tesla. Namun, ia kini menuduh OpenAI menyimpang dari misi nirlaba aslinya.

Perdebatan tentang arah dan kendali OpenAI telah menjadi inti konflik antara para pendirinya. Perusahaan yang kini dikenal dengan ChatGPT ini awalnya dibentuk untuk mengembangkan AI demi kemaslahatan umat manusia. Namun, perbedaan visi tampaknya telah memicu ketegangan yang mendalam.

Baca Juga:  Menteri PANRB AI pemerintah perlu tata kelola data yang kuat

Drama di balik layar perusahaan teknologi raksasa ini memang seringkali melibatkan ego dan ambisi besar. Pengakuan Brockman menyoroti intensitas hubungan antara tokoh-tokoh kunci di balik inovasi AI. Ini menunjukkan bahwa persaingan dalam pengembangan AI jauh lebih personal dari yang terlihat.

Kesaksian ini tidak hanya mengungkap ketegangan masa lalu, tetapi juga memberikan konteks penting untuk gugatan yang sedang berlangsung. Ini menunjukkan betapa krusialnya kendali dan arah visi dalam pengembangan teknologi masa depan. Publik kini menanti kelanjutan dari drama hukum yang melibatkan dua raksasa teknologi ini.

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *