Spilltekno – Ancaman deepfake semakin nyata dalam era digital ini. Teknologi kecerdasan buatan disalahgunakan untuk menciptakan gambar palsu yang meresahkan. Kali ini, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menjadi salah satu korbannya.
Meloni, seorang politisi perempuan terkemuka, telah dua kali menjadi sasaran pelecehan digital berbasis AI. Terbaru, foto rekayasa dirinya memakai lingerie seksi beredar luas di media sosial Italia. Gambar-gambar tersebut sontak menjadi viral dan menimbulkan kegaduhan publik.
Foto deepfake itu pertama kali muncul di Facebook melalui akun bernama ‘Roberto’. Narasi yang menyertainya sengaja dirancang untuk memberikan pesan buruk dan merendahkan. Ini jelas merupakan upaya pelecehan digital yang menargetkan reputasi sang perdana menteri.
Insiden ini bukan kali pertama Meloni mengalami pelecehan digital di dunia maya. Sebagai politisi perempuan, ia kerap menjadi target serangan siber dan upaya diskreditasi. Kasus ini menyoroti kerentanan figur publik, terutama wanita, terhadap penyalahgunaan teknologi.
Teknologi deepfake sendiri telah berkembang pesat dan semakin sulit dibedakan dari aslinya. Dengan AI, siapa pun bisa menciptakan konten palsu yang meyakinkan hanya dengan sedikit data. Potensi penyalahgunaannya sangat besar, mulai dari berita palsu hingga pelecehan personal.
Menariknya, PM Meloni menanggapi insiden foto deepfake ini dengan sangat santai dan tenang. Reaksinya menunjukkan keteguhan mental dan profesionalisme dalam menghadapi serangan pribadi. Sikapnya menjadi contoh penting bagaimana menghadapi pelecehan digital di mata publik.
Kasus Meloni mengingatkan kita akan pentingnya literasi digital bagi setiap individu. Kita harus lebih waspada dan kritis terhadap informasi atau gambar yang beredar di internet. Deepfake bisa menimpa siapa saja, bukan hanya selebriti atau politisi.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
