Spilltekno – Gempuran teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjadi pedang bermata dua bagi peradaban. Kemajuan AI memang menawarkan inovasi luar biasa di berbagai sektor kehidupan. Namun, ada ancaman tersembunyi yang mengintai, yaitu potensi amnesia budaya di kalangan generasi muda.
Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam The 9th Annual Convention of SPK Indonesia. Acara bergengsi tersebut akan berlangsung di SIS North East Jakarta pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Konvensi ini mengusung tema mendalam tentang warisan, kemanusiaan, dan kepemimpinan.
Pentingnya menjaga karakter dan identitas budaya bangsa ditegaskan kuat dalam pertemuan ini. Nalar kritis siswa juga menjadi fokus utama yang harus dipertahankan. Semua ini harus dilakukan di tengah derasnya arus teknologi AI dan kurikulum berstandar internasional.
Integrasi AI dalam pendidikan, meski menjanjikan, bisa mengikis nilai-nilai lokal. Ketergantungan berlebihan pada AI berisiko mengurangi pemahaman mendalam terhadap sejarah dan tradisi. Generasi muda bisa kehilangan akar budayanya sendiri tanpa disadari.
Ketua Panitia Konvensi IX 2026, Rutdiana, menekankan pentingnya keseimbangan. Ia bersama Ketua Perkumpulan SPK Indonesia, Fitriyanti, menyuarakan kekhawatiran serupa. Penerapan standar global tidak boleh sampai mengikis jati diri peserta didik yang berharga.
Menciptakan kurikulum yang relevan dengan perkembangan AI adalah tantangan besar. Namun, kurikulum tersebut harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Tujuannya agar siswa tetap bangga akan identitasnya di kancah global.
Tanpa kesadaran ini, kita berisiko menciptakan generasi yang cerdas secara teknologi namun hampa secara budaya. Mereka mungkin mahir mengoperasikan AI tetapi asing dengan kearifan lokal. Ini akan menjadi kerugian besar bagi keberlangsungan identitas bangsa.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pendidik, pemerintah, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kita harus memastikan AI menjadi alat pemberdaya, bukan penghapus warisan. Mari kita jaga agar gempuran AI tidak berakhir pada amnesia budaya yang menyedihkan.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
