Spilltekno – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa Asal Usul Cincin Bumi kuno di pinggiran Melbourne, Australia, terkait dengan tradisi Suku Aborigin Wurundjeri Woi-wurrung yang membangunnya ratusan tahun silam. Cincin-cincin raksasa yang muncul di perbukitan Negara Wurundjeri Woi-wurrung, dekat wilayah Sunbury, selama ini menyimpan misteri terkait tujuan pembuatan dan latar belakang historisnya.
Menurut laporan The Independent (28/1/2025), struktur serupa juga ditemukan di berbagai belahan dunia, seperti Inggris dan Kamboja. Diperkirakan, komunitas kuno di wilayah tersebut membentuk lingkaran tanah ini dengan menggali dan menumpuk material bumi hingga membentuk pola berdiameter ratusan meter.
Di Australia, ratusan Cincin Bumi diduga pernah tersebar luas, tetapi sebagian besar hancur akibat ekspansi Eropa pascakolonisasi. Saat ini, sekitar seratus struktur yang tersisa menjadi simbol penting bagi kelompok-kelompok bahasa Aborigin. Cincin-cincin ini merefleksikan narasi sejarah panjang, mulai dari pendudukan tradisional, dampak kolonialisme, upaya adaptasi budaya, hingga ketahanan masyarakat pribumi.
Berdasarkan perspektif peneliti dan tetua budaya Wurundjeri Woi-wurrung, Asal Usul Cincin Bumi tidak terlepas dari filosofi holistik masyarakat Pribumi tentang “negara”. Konsep ini mencakup hubungan harmonis antara tanah, air, langit, flora-fauna, artefak budaya, rute perjalanan, ritual, kepercayaan, hingga sejarah leluhur dan kontemporer.
Para ahli menegaskan bahwa memahami Cincin Bumi secara utuh memerlukan integrasi pengetahuan budaya tentang bentang alam dan jejak aktivitas nenek moyang yang tertanam di wilayah tersebut. “Meski studi terdahulu mengaitkan cincin ini dengan lokasi upacara sakral, dokumentasi nilai budaya dan kaitannya dengan lanskap—khususnya di Australia tenggara—masih sangat terbatas,” ujar tim peneliti.
Penggalian arkeologis pertama pada salah satu Cincin Bumi mengungkap struktur ini dibangun antara 590 hingga 1.400 tahun lalu. Hasil analisis menunjukkan masyarakat Aborigin kala itu membersihkan area secara saksama, mengikis tanah dan batu untuk membentuk gundukan melingkar, lalu menyusun lapisan batu sebagai penyangga struktur. Proses ini mencerminkan teknik rekayasa lingkungan yang canggih dan berkelanjutan.
Penelitian terbaru dalam jurnal Australian Archaeology mengungkap bahwa Asal Usul Cincin Bumi di Australia terkait erat dengan aktivitas komunitas Aborigin kuno. Studi ini menunjukkan bahwa penduduk asli tidak hanya menyalakan api unggun dalam ritual, tetapi juga menggunakan peralatan batu untuk memindahkan material di dalam struktur cincin. Alat-alat tersebut diduga dipakai dalam mengolah tanaman dan hewan, merancang hiasan bulu, hingga praktik simbolis seperti melukai kulit selama upacara adat.
Temuan ini memperdalam pemahaman tentang sejarah budaya masyarakat Aborigin dan hubungan spiritual mereka dengan tanah leluhur. Para peneliti menulis, “Studi ini menyatukan perspektif Wurundjeri Woi-wurrung tentang bentang budaya ‘biik wurrda’ dengan bukti arkeologi, seperti penggunaan api, pengukiran tanah, pergerakan objek, dan pemanfaatan alat oleh leluhur di lokasi tersebut.”
Meskipun tujuan awal Sunbury Rings mungkin telah terlupakan, nilai-nilai budaya yang melekat pada lanskap ini tetap hidup melalui tradisi lisan Wurundjeri Woi-wurrung. “Warisan pengetahuan tentang Cincin Bumi terus dipertahankan turun-temurun, mencerminkan ketahanan budaya meski terpaan kolonialisme,” tambah para ilmuwan. Spilltekno
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran Whatsapp Channel