Spilltekno – Narasi tentang NASA memprediksi asteroid akan menghantam Bumi pada tahun 2027 telah menyebar luas di media sosial. Klaim tersebut bahkan menyebutkan kemungkinan 96% kehidupan akan musnah. Namun, apakah informasi ini benar adanya atau hanya sekadar hoaks yang berulang?
Video yang kini telah dihapus dari TikTok itu sempat meraih jutaan penayangan. Konten tersebut secara keliru mengklaim adanya ancaman besar dari luar angkasa. Platform pemeriksa fakta BiasBreak berhasil mendokumentasikan penyebaran hoaks ini.
Perlu ditegaskan bahwa narasi asteroid menghantam Bumi di tahun 2027 adalah hoaks lama. Informasi menyesatkan ini terus berulang dari waktu ke waktu. NASA sendiri tidak pernah mengeluarkan prediksi semacam itu.
Pelaku penyebar hoaks seringkali mengambil potongan video resmi NASA. Mereka kemudian menggunakannya di luar konteks aslinya untuk mendukung klaim palsu. Taktik manipulasi ini bertujuan menciptakan sensasi dan ketakutan publik.
NASA memiliki program khusus untuk memantau objek dekat Bumi atau Near-Earth Objects (NEOs). Mereka secara rutin melacak ribuan asteroid dan komet yang berpotensi melintas dekat planet kita. Informasi terkini selalu tersedia di situs web resmi NASA.
Para ilmuwan menggunakan teleskop canggih untuk mengidentifikasi dan menghitung lintasan objek luar angkasa. Jika ada ancaman nyata, NASA akan mengumumkannya secara transparan dan terukur. Publik tidak perlu khawatir dengan klaim tanpa dasar.
Hoaks semacam ini seringkali memanfaatkan ketidaktahuan publik tentang astronomi. Ditambah lagi, kecepatan penyebaran informasi di media sosial memperparah situasi. Penting bagi kita untuk selalu memeriksa fakta sebelum mempercayai sesuatu.
Jadi, narasi tentang asteroid menghantam Bumi pada 2027 dengan prediksi NASA adalah murni berita palsu. Mari kita menjadi pengguna internet yang cerdas dan kritis dalam menerima informasi. Selalu rujuk ke sumber resmi dan terpercaya untuk kebenaran.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
