Spilltekno – Siapa sangka profesi ‘pemulung’ kini merambah ke luar angkasa, bukan lagi di tempat sampah biasa. Ini bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan sebuah realitas baru yang mendesak. Perlombaan antariksa kini bergeser fokus pada pembersihan orbit Bumi.
Dulu kompetisi hanya soal mengirim astronaut atau membangun stasiun ruang angkasa megah. Kini, perusahaan-perusahaan mulai berlomba menciptakan teknologi untuk membersihkan ribuan ton sampah antariksa. Inilah era baru ‘pemulung luar angkasa’ yang sesungguhnya.
Perubahan drastis ini dipicu oleh kepadatan orbit Bumi yang semakin mengkhawatirkan. Ledakan jumlah satelit yang diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir menjadi penyebab utamanya. Orbit kita kini dipenuhi jutaan serpihan berbahaya.
NASA melaporkan ada lebih dari 100 juta serpihan sampah antariksa berukuran di atas 1 milimeter. Total berat sampah ini mencapai sekitar 6.000 ton, sebuah angka yang fantastis. Serpihan kecil pun bisa menimbulkan kerusakan parah.
Bahkan serpihan cat sekecil apapun dapat merusak satelit yang sedang beroperasi. Ini karena mereka melaju dengan kecepatan luar biasa, melebihi 27.000 km/jam. Tabrakan dengan kecepatan seperti itu bisa menghancurkan misi mahal.
Dr. Chiranjeevi Phanindra dari Cosmoserve Space menegaskan peningkatan objek di luar angkasa terus melonjak. Situasi ini menuntut solusi inovatif dan segera dari berbagai pihak. Profesi ‘pemulung luar angkasa’ menjadi sangat krusial.
Teknologi canggih seperti jaring raksasa, lengan robot, atau laser kini sedang dikembangkan. Tujuannya adalah menangkap atau mendorong serpihan sampah keluar dari orbit Bumi. Ini adalah langkah vital demi keberlanjutan eksplorasi ruang angkasa.
Investasi besar mengalir untuk riset dan pengembangan teknologi pembersih sampah antariksa. Profesi ini membuka peluang baru di sektor teknologi dan rekayasa ruang angkasa. Masa depan antariksa kita sangat bergantung pada keberhasilan mereka.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
