Spilltekno – Misi Artemis II kembali mencuri perhatian dunia dengan momen paling menegangkan yang baru saja terjadi. Para astronaut NASA mengalami hilang kontak saat berada di balik Bulan. Ketegangan ini berlangsung selama sekitar 40 menit, membuat Bumi menahan napas.
Peristiwa ini dikenal sebagai communications blackout, sebuah fase krusial dalam perjalanan antariksa. Sinyal radio antara pesawat Orion dan pusat kendali misi di Houston terputus total. Ini terjadi karena massa Bulan menghalangi jalur komunikasi secara penuh.
Kejadian mendebarkan ini berlangsung ketika pesawat Orion melakukan manuver flyby mengitari Bulan. Posisi Orion yang berada di balik Bulan dari sudut pandang Bumi menjadi penyebab utama. Jarak yang memisahkan Bumi dan pesawat menjadi sangat jauh tanpa penghubung.
Selama 40 menit tersebut, keempat astronaut benar-benar sendirian di tengah luasnya antariksa. Mereka terputus dari komunikasi suara, data, dan video secara real-time. Tidak ada kontak langsung dengan Mission Control di Bumi.
Momen ini menjadi pengingat betapa ekstremnya perjalanan luar angkasa dalam. Isolasi total di ruang hampa adalah tantangan mental dan teknis yang luar biasa. Setiap keputusan harus diambil dengan cepat dan tepat oleh kru.
Meski terdengar mengerikan, fase hilang kontak ini sebenarnya sudah diperhitungkan dalam misi. Ini adalah bagian alami dari manuver yang harus dilakukan di balik Bulan. Namun, perencanaan tidak mengurangi intensitas dan ketegangan yang dirasakan.
Misi Artemis II bertujuan untuk menguji sistem pesawat Orion dan prosedur penting lainnya. Keberhasilan melewati tantangan ini menjadi bekal berharga untuk misi pendaratan manusia ke Bulan. Pengalaman ini akan sangat penting untuk misi Artemis III mendatang.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
