Spilltekno – Dunia kecerdasan buatan terus berevolusi dengan sangat pesat. Akamai Technologies baru saja membuat gebrakan besar dalam lanskap AI global. Mereka mengumumkan implementasi ambisius Nvidia AI Grid.
Langkah ini menandai pergeseran paradigma signifikan dalam infrastruktur AI. Akamai tidak lagi terpaku pada model terpusat yang konvensional. Mereka beralih ke sistem terdistribusi berbasis jaringan edge yang lebih efisien.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari pengembangan Akamai Inference Cloud. Platform ini telah diperkenalkan sebelumnya sebagai fondasi AI Akamai. Tujuannya adalah menghadirkan kemampuan AI yang lebih responsif.
Untuk mendukung visi ini, Akamai mengoperasikan ribuan GPU Nvidia RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition. Kartu grafis profesional ini dikenal akan performa komputasinya yang luar biasa. Kekuatan ini sangat vital untuk berbagai beban kerja AI modern.
Beban kerja AI yang didukung meliputi aplikasi berbasis agen yang kompleks. Selain itu, sistem ini juga menangani aplikasi real-time yang membutuhkan latensi sangat rendah. Kemampuan ini membuka pintu bagi inovasi AI yang lebih luas.
Akamai secara tegas menyatakan bahwa pendekatan ini melampaui konsep “AI factory”. Model AI factory selama ini berfokus pada pelatihan model di pusat data terpusat. Kini, fokusnya beralih ke eksekusi model yang lebih dekat ke pengguna.
Proses inferensi, yaitu eksekusi model AI, kini dipindahkan ke jaringan edge. Jaringan edge Akamai tersebar di lebih dari 4.400 lokasi global. Ini memastikan respons AI yang jauh lebih cepat dan personal.
Dengan AI Grid, pengguna akan merasakan pengalaman AI yang lebih mulus dan instan. Inovasi ini berpotensi mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi AI sehari-hari. Akamai memimpin jalan menuju masa depan AI yang lebih terdistribusi.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
