Spilltekno – Era digital telah mengubah cara hidup masyarakat Indonesia secara fundamental. Namun, ironisnya, ribuan desa masih terisolasi dari akses internet yang layak. Ini menjadi tantangan besar bagi pemerataan teknologi di Tanah Air.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan. Sebanyak 3.000 desa di seluruh Indonesia masuk kategori blankspot, tanpa akses internet sama sekali. Angka ini menunjukkan kesenjangan digital yang masih sangat lebar.
Persoalan ini kini menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Misi besar mereka adalah memastikan setiap warga negara menikmati hak digitalnya. Pemerataan akses internet menjadi prioritas pembangunan infrastruktur.
Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Komdigi, Mulyadi, menjelaskan situasi terkini. Cakupan sinyal internet mobile sudah mencapai 95% dari total populasi Indonesia. Namun, persentase tinggi ini tidak mencerminkan realitas di ribuan desa terpencil.
Desa-desa blankspot terhambat dalam berbagai aspek kehidupan modern. Akses informasi, pendidikan online, dan peluang ekonomi menjadi sangat terbatas. Kesenjangan ini berpotensi memperlebar jurang pembangunan antar wilayah.
Pemerintah berencana mengatasi masalah ini melalui dua strategi utama. Salah satunya adalah perluasan jaringan fixed broadband ke wilayah yang belum terjangkau. Konektivitas stabil dan cepat sangat esensial untuk pembangunan jangka panjang.
Selain fixed broadband, solusi lain seperti internet satelit atau mobile juga akan dipertimbangkan. Tujuannya adalah menghadirkan koneksi yang relevan dan terjangkau bagi masyarakat desa. Upaya ini memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
Ambisi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap transformasi digital. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada lagi desa yang berstatus blankspot. Masa depan digital yang inklusif semakin mendekati kenyataan bagi seluruh warga Indonesia.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
