Spilltekno – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyampaikan keyakinan kuatnya. Ia memprediksi kualitas layanan 5G di Indonesia akan meningkat pesat dalam tiga tahun ke depan. Optimisme ini menjadi angin segar bagi masa depan konektivitas digital bangsa.
Perkembangan jaringan 5G sejak diluncurkan pada pertengahan 2021 memang belum secepat yang diharapkan. Salah satu kendala utamanya adalah spektrum frekuensi yang masih berbagi dengan layanan 4G. Situasi ini tentu membatasi performa optimal teknologi generasi kelima tersebut.
Data terbaru dari Komdigi menunjukkan adopsi 5G di Tanah Air masih sangat rendah, yakni 4,44%. Riset dari GSMA juga mengkonfirmasi angka serupa dengan 4% adopsi 5G di Indonesia. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan potensi besar yang dimiliki.
Padahal, Indonesia diproyeksikan akan menjadi raksasa ekonomi digital di Asia Tenggara. Nilainya diperkirakan mencapai USD 340 miliar hingga USD 360 miliar pada tahun 2030. Kesenjangan antara adopsi 5G dan potensi ekonomi digital ini sangat mencolok.
Peningkatan kualitas 5G menjadi kunci vital untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut. Jaringan yang lebih cepat dan stabil akan membuka pintu bagi inovasi aplikasi dan layanan baru. Hal ini akan mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis di masa depan.
Keyakinan Wamenkomdigi Angga menunjukkan adanya rencana strategis pemerintah ke depan. Alokasi spektrum frekuensi yang lebih optimal kemungkinan besar akan menjadi prioritas. Langkah ini krusial untuk memberikan ruang bagi 5G agar berkembang maksimal.
Dalam tiga tahun ke depan, pengguna dapat menantikan pengalaman internet yang jauh lebih superior. Kecepatan unduh super cepat dan latensi rendah akan menjadi standar baru. Berbagai aplikasi revolusioner akan dapat diimplementasikan dengan mudah.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
