Spilltekno – Lucy Guo adalah nama yang mungkin belum banyak dikenal, namun kisahnya sangat menginspirasi. Ia adalah pendiri Scale AI, sebuah perusahaan pelabelan data AI yang membawanya menjadi miliarder. Kekayaannya mencapai triliunan rupiah di usia yang relatif muda.
Wanita berusia 31 tahun ini mendirikan Scale AI pada tahun 2016. Saat itu usianya baru 21 tahun, menunjukkan visi bisnis yang luar biasa. Ia membangun perusahaan ini bersama Alexandr Wang, yang kini menjadi bos AI Meta.
Menurut data Forbes, harta kekayaannya kini menembus angka USD 1,5 miliar. Jumlah tersebut setara dengan kisaran Rp 26 triliun, menjadikannya salah satu miliarder muda paling sukses. Pencapaian ini diraih sepenuhnya dari hasil usahanya sendiri.
Bisnis inti Scale AI adalah menyediakan layanan pelabelan data berkualitas tinggi untuk kecerdasan buatan. Perusahaan ini berperan vital dalam pengembangan model AI yang akurat dan andal. Kualitas data pelatihan adalah kunci keberhasilan setiap sistem AI.
Lucy menjelaskan bahwa perusahaan AI mengalokasikan dana besar untuk data pelatihan. Kualitas model AI sangat bergantung pada data yang diberikan selama proses pembelajaran. Data yang baik akan menghasilkan AI yang cerdas dan minim kesalahan.
Ia memberikan analogi sederhana tentang pentingnya data berkualitas tinggi. Jika data pelatihan menyebutkan langit berwarna merah, AI tidak akan tahu bahwa itu salah. Data pelatihan berkualitas tinggi memastikan model AI menghasilkan informasi yang benar dan sesuai realitas.
Berkat Scale AI, Lucy Guo kini menikmati kehidupannya di Los Angeles. Ia tinggal bersama dua kucing kesayangannya, Chili dan Sega. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa inovasi di bidang teknologi dapat membuka jalan menuju kesuksesan luar biasa.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
