Spilltekno – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keamanan maritim Indonesia dengan menghadirkan dua kapal tempur baru, yaitu KRI Lukas Rumkorem-392 dan KRI Raja Haji Fisabilillah-391. Kapal-kapal ini diproduksi oleh PT Daya Radar Utama (DRU), sebuah perusahaan dalam negeri, dan dirancang untuk berbagai misi operasional di lautan nusantara. Jika kita melihat sejarah, kapal tempur memiliki peran besar dalam menjaga kedaulatan wilayah, seperti halnya 5 Kapal Tempur Terbaik dan Terkuat Zaman Perang Dunia II yang menjadi simbol kekuatan militer di era tersebut.
Spesifikasi Kapal Tempur KRI Lukas Rumkorem-392 dan KRI Raja Haji Fisabilillah-391
Kedua kapal ini merupakan jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) 98 M, yang memiliki berbagai spesifikasi unggul, baik dalam kecepatan, kelincahan, maupun persenjataan. Berikut adalah detail spesifikasinya:
Spesifikasi | Detail |
---|---|
Panjang Kapal | 98 meter |
Lebar Kapal | 13,50 meter |
Tinggi Kapal | 6,90 meter |
Kecepatan Maksimum | 28 knots |
Kecepatan Jelajah | 20 knots |
Jenis Senjata | – Meriam 76 mm Leonardo |
– Meriam 40 mm Leonardo | |
– Meriam 20 mm Escribano | |
– Roket Sistem Roketsan (2×4 Launcher) |
Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan decoy system (terma) yang meningkatkan kemampuan perlindungan kapal dari ancaman musuh.
Kemampuan Operasional dan Fungsi
Dengan desainnya yang modern, kapal OPV 98 M ini mampu menjalankan berbagai misi penting, seperti:
- Penegakan Hukum di Laut
Kapal ini dapat digunakan untuk menangani pelanggaran hukum, seperti penyelundupan, pencurian ikan, hingga patroli pengawasan wilayah perairan. - Infiltrasi dan Eksfiltrasi
Berkat kecepatannya yang tinggi, kapal ini sangat andal dalam misi infiltrasi maupun eksfiltrasi, terutama dalam operasi khusus. - Misi SAR
Kapal ini juga didesain untuk menjalankan misi pencarian dan penyelamatan (SAR) dengan efisiensi tinggi, terutama dalam kondisi darurat.
Makna Nama Kapal: Penghormatan kepada Pahlawan Nasional
Kapal-kapal ini dinamai berdasarkan dua pahlawan nasional yang dikenal karena keberanian mereka dalam melawan penjajah:
- KRI Raja Haji Fisabilillah-391
Nama ini diambil dari sosok Raja Haji Fisabilillah, pahlawan yang gugur dalam penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) tahun 1784. Beliau adalah penguasa yang wilayahnya mencakup Riau, Lingga, Johor, hingga Pahang. - KRI Lukas Rumkorem-392
Nama ini merujuk pada Lukas Rumkorem, pemimpin rakyat Papua yang berjuang melawan penjajah Jepang di Biak pada tahun 1943. Perlawanan ini menjadikan Biak sebagai daerah pertama yang bebas dari pendudukan Jepang.
Dukungan terhadap Peningkatan Produk Dalam Negeri
Program pengadaan kedua kapal tempur ini menjadi bagian dari upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) oleh TNI AL. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus mendorong kemajuan industri pertahanan nasional.
Dengan hadirnya KRI Lukas Rumkorem-392 dan KRI Raja Haji Fisabilillah-391, TNI AL tidak hanya memperkuat keamanan maritim Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk memberdayakan industri pertahanan dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara maritim yang kuat dan berdaulat di kawasan.
Dua kapal ini menjadi bukti nyata kemampuan bangsa dalam menciptakan alat utama sistem senjata (alutsista) modern yang mampu memenuhi berbagai tantangan operasional di masa depan. Spilltekno
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran Whatsapp Channel