Spilltekno – Istilah cloud computing sudah begitu akrab di telinga kita saat ini. Layanan berbasis internet ini seolah menjadi tulang punggung dunia digital modern. Namun, tahukah Anda bahwa konsepnya jauh lebih tua dari yang dibayangkan?
Kebanyakan orang mungkin mengira cloud computing muncul bersama raksasa seperti AWS atau Google Cloud. Fakta mengejutkan justru menunjukkan jejaknya sudah ada sejak hampir tiga dekade lalu. Penemuan ini mengubah pandangan kita tentang sejarah teknologi terkini.
Penelusuran mendalam yang dilakukan oleh MIT Technology Review mengungkap kebenaran ini. Mereka berhasil menemukan bukti terdokumentasi paling awal dari frasa “cloud computing”. Penelitian tersebut membuka tabir masa lalu dunia komputasi.
Jejak awal istilah tersebut secara spesifik ditemukan pada akhir tahun 1996. Penemuan ini mengaitkannya dengan perusahaan komputer Compaq yang terkenal. Selain itu, sebuah startup bernama NetCentric juga turut disebut dalam catatan sejarah tersebut.
Catatan tertua yang berhasil ditemukan berasal dari planner pribadi milik Sean O’Sullivan. Ia menuliskan frasa penting itu pada tanggal 29 Oktober 1996. Momen tersebut terjadi setelah pertemuannya dengan George Favaloro yang berpengaruh.
Dalam planner tersebut, O’Sullivan mencatat kalimat yang kini menjadi ikonik. Ia menulis “Cloud Computing: The Cloud has no Borders” dengan penuh visi. Ungkapan ini menjadi penanda awal dari sebuah revolusi teknologi.
Kalimat itu secara jelas menggambarkan sebuah konsep layanan berbasis jaringan. Layanan tersebut dirancang untuk beroperasi tanpa mengenal batas-batas geografis. Inilah esensi dari apa yang kita kenal sebagai cloud computing hari ini.
Visi yang tertuang di tahun 1996 itu sungguh melampaui zamannya. Konsep tanpa batas ini kini menjadi fondasi utama bagi inovasi digital. Penemuan ini mengingatkan kita bahwa ide-ide besar seringkali lahir jauh sebelum waktunya.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
