Scroll untuk baca artikel
Sains

Teleskop NASA Jatuh ke Bumi Bahaya Atau Tidak Ini Faktanya

×

Teleskop NASA Jatuh ke Bumi Bahaya Atau Tidak Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Teleskop NASA Jatuh ke Bumi Bahaya Atau Tidak Ini Faktanya
Teleskop NASA Jatuh ke Bumi Bahaya Atau Tidak Ini Faktanya

Spilltekno – Sebuah kabar mengejutkan datang dari antariksa terkait teleskop Swift milik NASA. Setelah dua dekade mengamati alam semesta, teleskop ini dijadwalkan akan kembali ke Bumi. Banyak yang bertanya-tanya, apakah peristiwa ini akan menimbulkan bahaya bagi kita di permukaan?

Swift adalah teleskop luar angkasa yang telah berjasa besar dalam penelitian tata surya. Selama 20 tahun, ia menjadi mata penting bagi para ilmuwan untuk memahami fenomena kosmik. Kini, masa baktinya akan segera berakhir dengan cara yang tak terhindarkan.

Pensiun dini menjadi pilihan setelah upaya NASA untuk mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi mengalami kegagalan. Ini berarti teleskop tersebut tidak dapat lagi mempertahankan posisinya dan akan ditarik oleh gravitasi Bumi. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan dan mengelola sampah antariksa.

US Space Force telah memperkirakan waktu jatuhnya teleskop seberat 1.450 kilogram ini. Prediksi menunjukkan tanggal 4 November 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini akan menjadi penutup perjalanan panjang Swift di luar angkasa.

Namun, perlu diingat bahwa prediksi waktu tersebut memiliki ketidakpastian sekitar 11 jam. Ini berarti waktu spesifik jatuhnya bisa sedikit bergeser dari perkiraan awal. Perhitungan untuk objek di orbit memang seringkali tidak bisa seratus persen presisi.

NASA sendiri telah memberikan pernyataan resmi terkait potensi bahaya yang mungkin timbul. Mereka menjelaskan bahwa sebagian besar badan teleskop akan terbakar habis saat memasuki atmosfer Bumi. Panas akibat gesekan udara akan mengeliminasi sebagian besar material Swift.

Baca Juga:  Misi Gila Elon Musk Temukan Alien Purba dan Peradaban

Hanya sebagian kecil serpihan mungkin akan tersisa dan mencapai permukaan Bumi. Meski begitu, NASA menegaskan bahwa serpihan tersebut tidak akan membahayakan manusia atau infrastruktur. Risiko yang ditimbulkan dianggap sangat minim.

Keamanan publik menjadi prioritas utama dalam setiap peristiwa deorbitasi satelit atau teleskop. Para ahli telah menghitung dengan cermat potensi dampak yang mungkin terjadi. Jadi, kekhawatiran berlebihan terkait bahaya jatuhnya Swift tidak perlu dirasakan.

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *