Spilltekno – China kembali membuat gebrakan dengan penerapan teknologi canggih di lini keamanannya. Mereka kini bersiap mengerahkan robot humanoid untuk patroli di pos perbatasan utama dengan Vietnam. Langkah inovatif ini menandai lompatan besar dalam pemanfaatan kecerdasan buatan dalam infrastruktur keamanan negara.
Robot-robot canggih ini akan ditempatkan di perbatasan Fangchenggang, sebuah wilayah strategis di Guangxi. Model robot yang dipilih adalah Walker S2, hasil pengembangan dari UBTech Robotics. Penggunaan robot ini menunjukkan komitmen China terhadap modernisasi sistem pertahanan mereka.
Proyek ambisius ini melibatkan kontrak senilai sekitar 264 juta yuan, atau setara dengan Rp 643 miliar. Penting untuk dicatat bahwa robot ini tidak sepenuhnya menggantikan peran petugas manusia. Sebaliknya, Walker S2 dirancang untuk menjadi asisten yang handal bagi para prajurit di lapangan.
Tugas-tugas yang akan diemban oleh robot humanoid ini sangat beragam dan krusial. Mereka akan membantu dalam panduan kerumunan, memastikan ketertiban di area perbatasan. Selain itu, Walker S2 juga akan terlibat dalam inspeksi rutin serta dukungan logistik yang vital.
Salah satu fitur paling menonjol dari Walker S2 adalah kemampuannya mengganti baterai secara otomatis. Fitur ini memungkinkan robot untuk beroperasi hampir 24 jam non-stop tanpa henti. Ini adalah terobosan besar yang menjamin efisiensi dan kontinuitas operasional di lapangan.
Kemampuan operasional tanpa henti ini sangat krusial untuk menjaga keamanan perbatasan yang dinamis. Patroli dapat dilakukan secara konsisten, siang maupun malam, tanpa memerlukan intervensi manusia untuk pengisian daya. Ini meningkatkan kapabilitas pengawasan secara signifikan.
Pengerahan Walker S2 ini mencerminkan ambisi besar China dalam mengembangkan teknologi robotika. Mereka ingin mengubah robot humanoid dari sekadar prototipe menjadi sistem infrastruktur yang andal. Tujuan utamanya adalah mengintegrasikan teknologi ini ke lingkungan publik dan industri secara luas.
Implementasi ini membuka babak baru dalam strategi keamanan perbatasan global. Hal ini juga menunjukkan bagaimana AI dan robotika akan semakin memainkan peran sentral di masa depan. China sedang memimpin jalan dalam eksplorasi potensi tak terbatas dari kecerdasan buatan.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
