Spilltekno – Dunia maya dihebohkan dengan kabar tuntutan 18 tahun penjara terhadap mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Tuntutan ini terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Berita ini langsung memicu gelombang reaksi keras dari warganet di berbagai platform media sosial.
Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Rabu, 13 Mei 2026, jaksa Roy Riady menyatakan Nadiem terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Jaksa menuntut pidana penjara selama 18 tahun serta denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan. Selain itu, Nadiem juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 5,681 triliun.
Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka Nadiem terancam pidana kurungan tambahan selama 9 tahun. Angka tuntutan ini menunjukkan keseriusan jaksa dalam memberantas korupsi di sektor publik. Kasus ini menjadi sorotan tajam publik mengingat posisi Nadiem sebelumnya sebagai menteri.
Pengadaan laptop Chromebook sendiri merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan di Indonesia. Perangkat ini seharusnya membantu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar yang lebih modern. Namun, dugaan korupsi ini justru mencoreng tujuan mulia tersebut.
Chrome Device Management (CDM) adalah sistem penting untuk mengelola dan mengamankan perangkat Chromebook secara terpusat. Fungsinya krusial untuk memastikan penggunaan teknologi pendidikan berjalan efektif dan aman. Adanya dugaan korupsi dalam pengadaannya menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas proyek tersebut.
Reaksi warganet terhadap tuntutan ini sangat beragam, mulai dari kesedihan hingga kemarahan. Banyak yang tidak menyangka seorang tokoh seperti Nadiem bisa terseret dalam kasus korupsi sebesar ini. Tagar terkait kasus ini pun ramai menjadi trending topik di media sosial.
Persidangan kasus ini berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Tuntutan berat ini tentu akan menjadi babak baru dalam perjalanan hukum Nadiem Makarim. Masyarakat menantikan kelanjutan proses hukum yang transparan dan berkeadilan.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam setiap proyek pemerintah. Integritas pejabat publik menjadi krusial demi pembangunan bangsa yang bersih dan berkeadilan. Publik menantikan kelanjutan proses hukum untuk memastikan keadilan ditegakkan seadil-adilnya.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
