Spilltekno – Indonesia siap-siap disapa keindahan langit! Tanggal 7 dan 8 September 2025 nanti, Gerhana Bulan Total bakal menghiasi malam. Kabar baiknya, Kementerian Agama juga sudah memberikan imbauan khusus, lho. Jadi, mari kita bersiap menikmati fenomena langka ini dan simak info pentingnya!
Kapan dan Di Mana Bisa Lihat Gerhana Bulan Total Ini?
Catat Waktu Puncaknya!
Menurut perkiraan para ahli, puncak Gerhana Bulan Total ini akan terjadi dini hari tanggal 8 September 2025. Prosesnya sendiri sudah dimulai sejak tanggal 7 September sekitar pukul 22.28 WIB dengan fase penumbra. Selanjutnya, gerhana sebagian mulai tampak pukul 23.27 WIB. Nah, puncak totalnya diperkirakan terjadi pada sekitar pukul 00. . Dan akhirnya, seluruh proses gerhana diperkirakan selesai keesokan harinya.
Wilayah Mana Saja yang Kebagian Tontonan?
Asyiknya, Gerhana Bulan Total ini bisa dinikmati di seluruh pelosok Indonesia! Gak cuma itu, sebagian wilayah Eropa, Afrika, Asia, dan Australia juga kebagian pemandangan keren ini. Kata Dr. , seorang astronom dari , “Ini kesempatan langka yang jangan sampai dilewatkan! Gerhana Bulan Total bisa jadi cara belajar yang asyik buat masyarakat.”
Ada Imbauan Khusus, Nih!
Pesan dari Kementerian Agama
Kementerian Agama mengimbau seluruh umat Muslim di Indonesia untuk melaksanakan shalat sunnah khusuf atau shalat gerhana saat Gerhana Bulan Total terjadi. Tujuannya, untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT. “Masyarakat diimbau untuk menyemarakkan ibadah shalat sunnah khusuf, meskipun gerhananya terjadi tengah malam,” ujar , Kepala Kementerian Agama. Beliau juga menekankan pentingnya memahami gerhana dari sisi ilmiah dan agama, serta menghindari menghubungkannya dengan mitos atau kepercayaan yang gak jelas dasarnya.
Kenapa Bisa Terjadi Gerhana Bulan Total? Penjelasan Simpelnya…
Jadi, Gerhana Bulan Total itu terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, posisinya sejajar gitu. Akibatnya, Bulan masuk ke dalam bayangan umbra (bayangan inti) Bumi. Nah, karena Bulan terhalang bayangan Bumi, cahaya Matahari yang biasa meneranginya jadi gak sampai, makanya Bulan jadi redup atau bahkan menghilang sementara.
Gerhana Bulan Total, Shalat Khusuf, Apa Hubungannya?
Shalat Khusuf itu shalat sunnah yang dianjurkan saat terjadi gerhana, baik Matahari maupun Bulan. Shalat ini sebagai bentuk kita mengagungkan Allah SWT dan bersyukur atas kebesaran-Nya. Tata caranya mirip shalat sunnah biasa, tapi bacaannya lebih panjang dan sujudnya lebih lama.
Tips Nonton Gerhana Bulan Total yang Aman dan Asyik
Gak Perlu Alat Khusus, Kok!
Enaknya, beda sama gerhana Matahari, nonton Gerhana Bulan Total itu aman banget, gak perlu pakai alat khusus. Kita bisa langsung lihat dengan mata telanjang. Tapi, disarankan cari tempat yang minim polusi cahaya biar pemandangan Bulannya lebih jelas. “Cari tempat terbuka dan jauh dari lampu-lampu kota, biar pengalaman nonton gerhananya lebih maksimal,” saran , seorang astronom amatir.
Nonton dari Rumah Juga Bisa!
Buat yang gak bisa nonton langsung karena cuaca atau lokasi, jangan khawatir! Banyak media yang akan menyiarkan langsung, termasuk kanal YouTube dan Facebook resmi Kementerian Agama. Jadi, semua orang bisa menikmati indahnya Gerhana Bulan Total dari mana saja.
Blood Moon, Itu Apaan, Sih?
Kenapa Bulan Jadi Merah?
Salah satu daya tarik Gerhana Bulan Total adalah fenomena “Blood Moon” atau Bulan Merah. Warna merah ini muncul karena pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Saat cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, sebagian besar cahaya biru dihamburkan, sementara cahaya merah lebih mudah menembus. Cahaya merah inilah yang sampai ke Bulan dan bikin warnanya jadi kemerahan.
Ada Makna Ilmiahnya, Lho!
Fenomena Blood Moon ini bukti nyata interaksi antara cahaya Matahari, atmosfer Bumi, dan Bulan. Para ilmuwan bisa mempelajari lebih lanjut tentang komposisi dan struktur atmosfer Bumi dari fenomena ini. Kata , seorang ilmuwan atmosfer, “Warna merah pada Blood Moon bisa memberikan informasi penting tentang partikel-partikel yang ada di atmosfer.”
Jadi, Gerhana Bulan Total tanggal 7 dan 8 September 2025 nanti bukan cuma fenomena alam yang indah, tapi juga momen penting untuk meningkatkan kesadaran ilmiah dan spiritual kita. Dengan memahami proses terjadinya gerhana dan melaksanakan ibadah yang dianjurkan, semoga kita semakin mengagumi kebesaran Allah SWT dan menjaga kelestarian alam semesta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga akan kasih info lebih detail soal perkiraan cuaca saat gerhana terjadi, biar kita bisa siap-siap dengan lebih baik. Spilltekno
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran Whatsapp Channel