Scroll untuk baca artikel
Sains

Biaya Selangit Hambat Pemerataan Akses Internet Cepat

3
×

Biaya Selangit Hambat Pemerataan Akses Internet Cepat

Sebarkan artikel ini

Spilltekno – Mimpi Indonesia untuk mewujudkan pemerataan akses internet cepat masih menghadapi banyak tantangan. Infrastruktur telekomunikasi terhambat oleh berbagai persoalan di tingkat daerah yang kompleks. Hal ini berpotensi memperlambat laju transformasi digital bangsa.

Pelaku usaha telekomunikasi mengeluhkan regulasi berlapis yang membingungkan investasi. Selain itu, biaya retribusi yang besar juga membebani pembangunan jaringan. Tingginya biaya sewa lahan menjadi kendala serius yang harus diatasi.

Biaya operasional yang membengkak akibat pungutan daerah ini sangat memberatkan penyedia layanan. Beban finansial tersebut dapat menghambat ekspansi jaringan ke wilayah terpencil dan kurang menguntungkan. Pada akhirnya, konsumen bisa merasakan dampak berupa harga layanan yang lebih mahal atau ketersediaan yang terbatas.

Wakil Ketua Apjatel, Fariz Azhar Harahap, menyoroti adanya 12 daerah dengan biaya sewa kabel fiber optik yang sangat tinggi. Sebagian besar dari wilayah-wilayah tersebut berlokasi di Jawa Timur. Kondisi ini menciptakan disparitas biaya pembangunan antar daerah.

Di Surabaya, misalnya, biaya sewa untuk infrastruktur fiber optik disamakan dengan tarif komersial lahan ATM. Padahal, kabel fiber optik umumnya terpasang di bawah tanah dan tidak mengganggu aktivitas di permukaan. Perbandingan ini menunjukkan adanya ketidakpahaman atau kebijakan yang kurang relevan.

Ketidakmerataan akses internet akan memperlebar kesenjangan digital antar wilayah di Indonesia. Daerah-daerah yang sulit dijangkau internet akan tertinggal dalam berbagai aspek ekonomi dan pendidikan. Ini menghambat potensi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Baca Juga:  Mengapa Kita Perlu Tidur Meski Tubuh Tidak Lelah

Pemerintah pusat dan daerah perlu duduk bersama untuk menyelaraskan regulasi dan biaya. Penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan infrastruktur telekomunikasi. Harmonisasi kebijakan akan mempercepat pembangunan akses internet yang merata.

Mengurai benang kusut persoalan ini adalah kunci untuk mencapai target Indonesia terkoneksi. Akses internet yang luas dan terjangkau adalah fondasi bagi inovasi dan kemajuan bangsa. Tanpa solusi konkret, cita-cita tersebut akan sulit terwujud.

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *