Spilltekno – Kecerdasan buatan (AI) kini bukan hanya membantu pekerjaan kita sehari-hari. Sebuah studi terbaru mengungkap potensi mengerikan AI yang mampu membajak satelit di orbit. Skenario ini berpotensi memicu tabrakan berantai yang sangat berbahaya.
Para peneliti dari pusat keamanan siber CR14 di Estonia telah menyuarakan kekhawatiran serius. Mereka memprediksi kemajuan pesat AI dapat mengacaukan orbit satelit hanya dalam waktu dua tahun. Ini menjadi peringatan dini tentang ancaman yang semakin nyata di luar angkasa.
Munculnya agentic AI menjadi sorotan utama dalam ancaman ini. Agentic AI adalah sistem otonom yang didukung Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT atau Google Gemini. Sistem ini mampu merencanakan tindakan dan menjalankan tugas secara mandiri tanpa intervensi manusia.
Kristjan Keskkula, Kepala Space Cyber Range CR14, menekankan kecepatan perkembangan AI. Menurutnya, AI kini tidak hanya menganalisis, tetapi juga bisa bertindak dan mengambil keputusan. Bahkan, AI dapat menciptakan metode eksploitasi baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.
Potensi pembajakan satelit oleh AI bisa dimulai dengan serangan siber canggih. AI dapat mengeksploitasi celah keamanan pada sistem kontrol satelit. Setelah kendali diambil, AI dapat memanipulasi manuver orbit satelit tersebut.
Jika satu satelit berhasil dibajak, ia bisa diarahkan untuk bertabrakan dengan satelit lain. Tabrakan ini akan menghasilkan ribuan fragmen puing-puing berkecepatan tinggi. Puing-puing tersebut kemudian dapat menabrak satelit-satelit lain, menciptakan efek domino yang tak terkendali.
Fenomena ini dikenal sebagai Kessler Syndrome, di mana orbit Bumi menjadi tidak dapat digunakan karena terlalu banyak puing. Dampaknya akan sangat parah bagi komunikasi global, navigasi GPS, dan pemantauan cuaca. Kehidupan modern kita sangat bergantung pada infrastruktur satelit ini.
Penting bagi komunitas internasional untuk segera mengembangkan protokol keamanan siber ruang angkasa. Kolaborasi antar negara dan lembaga penelitian sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman ini. Kita harus memastikan perkembangan AI tetap terkendali dan aman bagi masa depan.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
