Scroll untuk baca artikel
Sains

Tanah Kalimantan Retak Mirip Afrika Bukan Gurun Ini Sebabnya

×

Tanah Kalimantan Retak Mirip Afrika Bukan Gurun Ini Sebabnya

Sebarkan artikel ini
Tanah Kalimantan Retak Mirip Afrika Bukan Gurun Ini Sebabnya
Tanah Kalimantan Retak Mirip Afrika Bukan Gurun Ini Sebabnya

Spilltekno – Penampakan retakan tanah di Dusun Limus Kalimantan Barat sempat menghebohkan publik. Pola unik ini sekilas menyerupai lanskap kering di benua Afrika yang luas. Namun, jangan salah sangka bahwa wilayah Kalimantan akan berubah menjadi gurun tandus.

Para pakar menegaskan bahwa retakan tersebut tidak serta-merta mengindikasikan transisi menuju kawasan gurun. Fenomena ini sebenarnya merupakan proses alami yang umum terjadi di banyak wilayah. Tanah atau endapan lumpur dapat mengalami retakan saat kehilangan kandungan airnya secara signifikan.

Profesor Widiatmaka dari IPB University memberikan penjelasan ilmiah yang mendalam. Beliau adalah Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian. Menurutnya, retakan semacam ini umumnya terjadi pada material tanah yang mengandung liat tinggi.

Ketika tanah liat kehilangan air, partikel-partikelnya akan menyusut secara drastis. Penyusutan ini kemudian menimbulkan tegangan internal yang kuat di dalam struktur tanah. Akibatnya, permukaan tanah tidak mampu menahan tegangan tersebut dan akhirnya pecah membentuk retakan.

Kandungan mineral liat memiliki sifat unik yaitu kemampuan mengembang saat basah dan menyusut saat kering. Sifat inilah yang menjadi pemicu utama terbentuknya pola retakan yang terlihat. Jenis tanah ini sangat reaktif terhadap perubahan kadar air di lingkungannya.

Penting untuk membedakan fenomena ini dengan proses desertifikasi yang jauh lebih kompleks. Desertifikasi melibatkan degradasi lahan jangka panjang akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Retakan di Kalimantan hanyalah respons fisik tanah terhadap kondisi kelembaban sesaat.

Baca Juga:  Pemburu Hewan Langka Tewas Diinjak Gajah Balasan Alam

Pemahaman mendalam tentang fenomena ini sangat krusial untuk pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Pengetahuan ini membantu menghindari kepanikan tidak berdasar di masyarakat. Penjelasan pakar IPB ini memberikan perspektif yang jernih dan berbasis sains.

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *