Spilltekno – Teknologi laser kembali mengejutkan dunia arkeologi. Pemindaian canggih berhasil menembus kanopi lebat Hutan Amazon. Penemuan ini mengungkap jejak peradaban kuno yang hilang ribuan tahun.
Ratusan struktur tanah misterius ditemukan tersembunyi di bawah rimbunnya pepohonan. Struktur ini dibangun oleh masyarakat kompleks lebih dari dua milenium silam. Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang sejarah Amazon.
Peradaban kuno ini diberi nama Aquiry dan diperkirakan muncul 2.500 tahun lalu di wilayah Brasil. Mereka membangun pusat-pusat upacara dengan bentuk geometris monumental yang unik. Peradaban Aquiry menunjukkan tingkat organisasi sosial yang tinggi.
Struktur ini dikenal sebagai geoglif Amazon, ditandai parit-parit dalam serta tanggul luar yang tinggi. Geoglif ini menjadi bukti nyata kecanggihan arsitektur mereka. Bentuk-bentuk geometris ini kemungkinan memiliki makna spiritual atau seremonial mendalam.
Berdasarkan banyaknya jumlah geoglif, peneliti memperkirakan populasi Aquiry bisa mencapai 3 juta jiwa. Angka ini menunjukkan skala peradaban yang luar biasa besar di masa lalu. Sayangnya, peradaban ini kemudian runtuh tanpa jejak yang jelas.
Teknologi pemindaian laser atau LiDAR, sangat krusial dalam penemuan ini. Tanpa LiDAR, struktur-struktur ini akan tetap tersembunyi dari pandangan manusia. Inovasi teknologi membuka cakrawala baru dalam bidang arkeologi.
Martti Parssinen, seorang arkeolog dari Universitas Helsinki, menjelaskan pentingnya penemuan ini. Ia menyebutkan bahwa berbagai budaya Aquiry berbagi pandangan dunia yang sama. Penemuan ini membuka banyak pertanyaan baru tentang kehidupan mereka.
Penemuan Aquiry membuktikan bahwa Amazon bukan hanya hutan belantara kosong di masa lalu. Ada peradaban maju yang berkembang pesat sebelum kedatangan bangsa Eropa. Ini adalah pengingat betapa banyak rahasia yang masih tersimpan di bumi.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
