Scroll untuk baca artikel
Aplikasi

Geger! Meta & YouTube Wajib Bayar Rp 101 Miliar Karena Fitur Ini

0
×

Geger! Meta & YouTube Wajib Bayar Rp 101 Miliar Karena Fitur Ini

Sebarkan artikel ini
Geger! Meta & YouTube Wajib Bayar Rp 101 Miliar Karena Fitur Ini
Geger! Meta & YouTube Wajib Bayar Rp 101 Miliar Karena Fitur Ini

Spilltekno – Dunia teknologi kembali digemparkan dengan keputusan pengadilan yang mengejutkan. Meta dan YouTube baru saja didenda ratusan miliar rupiah. Putusan ini terkait kasus kecanduan media sosial yang menimpa seorang pengguna.

Kedua raksasa teknologi ini dinyatakan lalai dalam persidangan. Mereka diwajibkan membayar ganti rugi sebesar USD 6 juta atau sekitar Rp 101,8 miliar. Denda tersebut diberikan karena fitur-fitur mereka dianggap merugikan pengguna sejak kecil.

Kasus ini diajukan oleh seorang perempuan berusia 20 tahun yang disebut K.G.M. Ia menggugat Meta, YouTube, TikTok, dan Snap atas kerugian yang dialaminya. K.G.M. merasa dirugikan oleh platform tersebut karena fitur adiktif saat dirinya masih anak-anak.

Sebelum sidang dimulai, TikTok dan Snap memilih jalur damai. Keduanya mencapai kesepakatan dengan penggugat. Langkah ini menunjukkan pengakuan awal terhadap potensi kerugian dari fitur adiktif mereka.

Dalam putusan juri, Meta diperintahkan menanggung 70% dari ganti rugi kompensasi. Jumlah tersebut setara dengan USD 3 juta. Ini menandai tanggung jawab besar yang dibebankan kepada pemilik Facebook dan Instagram.

Sementara itu, YouTube bertanggung jawab atas sisa ganti rugi kompensasi. Juri juga menjatuhkan ganti rugi hukuman tambahan sebesar USD 3 juta. Total denda ini menjadi peringatan keras bagi seluruh industri.

Keputusan ini menjadi preseden penting dalam kasus kecanduan media sosial. Perusahaan teknologi kini menghadapi pengawasan lebih ketat terhadap desain produk mereka. Perlindungan pengguna muda menjadi fokus utama regulasi mendatang.

Baca Juga:  Daftar Aplikasi Paling Laris di App Store Sepanjang Tahun 2024

Gugatan ini menegaskan bahwa perusahaan tidak bisa lepas tangan begitu saja. Mereka harus bertanggung jawab atas dampak negatif fitur-fitur yang mereka ciptakan. Diharapkan putusan ini mendorong inovasi yang lebih etis dan bertanggung jawab.

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *