Spilltekno – Persaingan kamera telefoto di ponsel pintar semakin memanas setiap tahunnya. Produsen global berlomba menghadirkan inovasi demi menarik perhatian konsumen. Fitur zoom optik kini menjadi salah satu daya tarik utama ponsel flagship.
Setelah kualitas kamera utama dan kemampuan low-light dianggap matang, fokus pengembangan bergeser. Produsen kini berupaya menyajikan fleksibilitas zoom optik yang lebih baik. Sensor yang lebih besar dan bantuan AI juga turut diintegrasikan.
Tren ini mulai mencuat signifikan sejak Samsung Galaxy S20 Ultra dirilis pada 2020. Ponsel tersebut memperkenalkan periskop telefoto dengan jargon Space Zoom yang ambisius. Samsung menjadikannya nilai jual utama di pasar Amerika Serikat.
Klaim zoom hingga 100x kala itu memang sangat menghebohkan publik. Namun, fitur ekstrem tersebut justru menuai banyak kritik dari pengamat teknologi. Kualitas gambar yang tidak konsisten dan kegunaannya terbatas menjadi sorotan utama.
Seiring waktu, produsen ponsel mulai menggeser fokus strategi mereka. Mereka tidak lagi mengejar angka zoom ekstrem semata, melainkan kualitas gambar. Kualitas pada jarak menengah kini menjadi prioritas utama pengembangan.
Apple turut meramaikan persaingan dengan lensa telefoto 3x di iPhone 13 Pro. Sementara itu, Google menghadirkan inovasi periskop 4x pada seri Pixel 6 Pro. Langkah ini menunjukkan fokus pada zoom optik yang lebih realistis dan berkualitas.
Samsung sendiri tidak tinggal diam dan terus berinovasi pada lini Galaxy S Ultra mereka. Seri Galaxy S21 Ultra telah melangkah jauh dengan kemampuan zoom optik 10x yang impresif. Bahkan, Huawei sudah lebih dulu mencapai zoom 10x setahun sebelumnya dengan perangkat andalannya.
Evolusi lensa panjang di kamera ponsel terus berlanjut tanpa henti. Ini menunjukkan komitmen produsen untuk menghadirkan pengalaman fotografi terbaik. Kita tentu patut menantikan inovasi apalagi yang akan muncul di masa depan.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
