Spilltekno – Yogyakarta kembali berduka. Kabar meninggalnya Rheza Sendy Pratama, seorang mahasiswa saat aksi demonstrasi, langsung menyebar dan memicu gelombang simpati serta ucapan belasungkawa di platform X (dulu Twitter). Timeline media sosial dipenuhi tagar dan pesan duka, menggambarkan kesedihan mendalam atas kejadian tragis yang terjadi pada Minggu, 31 Agustus 2025. Insiden ini sontak memunculkan pertanyaan besar: seberapa amankah demonstrasi? Dan bagaimana sebenarnya penanganan aksi oleh aparat?
Duka Mendalam dari Kampus Amikom Yogyakarta
Universitas Amikom Yogyakarta mengonfirmasi kabar duka ini. Tentu saja, berita tentang kepergian Rheza Sendy Pratama ini membuat kaget seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.
Pernyataan Resmi Universitas
Lewat akun Instagram resminya, Universitas Amikom Yogyakarta menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Rheza. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap keluarga besar Universitas Amikom Yogyakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya: Rheza Sendy Pratama (Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Komunikasi, Angkatan 2023),” tulis mereka. Kampus juga mendoakan agar Rheza diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Sampai saat ini, belum ada informasi detail tentang kejadian yang menimpa Rheza dari pihak universitas.
Ungkapan Duka dari BEM Universitas
Tak ketinggalan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Amikom Yogyakarta juga menyampaikan duka cita mendalam lewat media sosial. Ungkapan duka dari BEM ini sedikit lebih detail terkait kronologi kejadian. “Telah berpulang ke Rahmatullah, sahabat, kawan seperjuangan kita: Rheza Sendy Pratama (Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2023, Universitas Amikom Yogyakarta). Kami segenap keluarga besar BEM Universitas Amikom Yogyakarta turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” bunyi pernyataan yang tersebar dalam bentuk screenshot dari grup BEM. Mereka juga menjelaskan bahwa Rheza ikut dalam aksi demonstrasi di Yogyakarta hari itu.
Kronologi Kejadian, Masih Simpang Siur di Media Sosial
Informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Rheza masih belum jelas. Tapi, dari berbagai sumber di media sosial, ada dua klaim utama yang jadi sorotan.
Klaim Bentrok dengan Aparat
Banyak yang bilang Rheza terlibat bentrok dengan polisi saat demonstrasi di sekitar Markas Polda DIY. Beberapa saksi mata yang mengaku ada di lokasi kejadian mengklaim melihat Rheza terkena tembakan gas air mata. “Motornya mati pas putar balik, ditembaki gas air mata, jatuh, lalu dipukuli sampai koma,” tulis salah satu akun di platform X yang langsung viral. Klaim ini tentu masih harus dicek kebenarannya oleh pihak berwenang.
Dugaan Penyebab Kematian
Penyebab pasti meninggalnya Rheza juga masih misteri. Informasi yang beredar menyebutkan beberapa kemungkinan: luka akibat bentrokan fisik, atau dampak dari tembakan gas air mata. BEM Universitas Amikom Yogyakarta menyebutkan kalau Rheza sempat tergeletak di lokasi setelah jatuh dari motor, lalu dihampiri aparat. Tapi, belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian tentang dugaan keterlibatan mereka dalam kejadian ini.
Reaksi Netizen di Linimasa X
Kabar duka ini langsung bikin heboh netizen di platform X. Tagar terkait Rheza dan Yogyakarta langsung jadi trending topic, dengan berbagai macam cuitan.
Banjir Ucapan Belasungkawa
Kebanyakan netizen menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Rheza. Mereka mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Banyak juga yang menyuarakan dukungan buat keluarga dan teman-teman Rheza.
Kritik dan Pertanyaan yang Muncul
Selain ucapan duka, banyak juga netizen yang mengkritik keras aparat kepolisian soal penanganan demonstrasi. Mereka mempertanyakan kenapa aparat menggunakan kekerasan, dan menuntut investigasi yang transparan untuk kasus ini. Standar operasional prosedur (SOP) yang dipakai aparat dalam mengamankan aksi juga dipertanyakan, serta tuntutan agar penanganan demonstrasi dievaluasi total. Muncul juga desakan agar polisi memberikan penjelasan resmi soal kronologi kejadian dan penyebab meninggalnya Rheza.
Tragedi Ini Mengingatkan Pada Kasus Sebelumnya
Kejadian ini menambah panjang daftar kasus kekerasan yang menimpa mahasiswa dan masyarakat sipil saat demonstrasi. Publik jadi teringat pada kasus serupa yang terjadi belum lama ini.
Kematian Affan Kurniawan
Kita belum lupa dengan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demonstrasi tanggal 28 Agustus lalu. Waktu itu, Affan sedang mengantar makanan dan sama sekali tidak ikut demo. Kematian Affan memicu kemarahan publik dan tuntutan pertanggungjawaban dari kepolisian. Dua kasus ini, Rheza dan Affan, menimbulkan pertanyaan besar tentang perlindungan warga sipil dalam aksi demonstrasi, dan bagaimana seharusnya aparat kepolisian menangani aksi tersebut.
Sampai sekarang, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi tentang kronologi lengkap dan penyebab meninggalnya Rheza Sendy Pratama. Semoga proses investigasi bisa berjalan transparan dan akuntabel, supaya kebenaran terungkap dan keadilan bisa ditegakkan bagi korban dan keluarganya. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau dan diinformasikan ke publik secepatnya. Kita berharap pemerintah dan aparat penegak hukum bisa mengambil langkah konkret supaya kejadian serupa tidak terulang lagi, dan menjamin keamanan serta hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Spilltekno
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran Whatsapp Channel