Spilltekno – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja mengungkap hasil investigasi internal terkait insiden kebocoran data pelamar. Kasus ini bermula dari lowongan pekerjaan yang secara tak terduga membuka akses data pribadi para kandidat. Kejadian ini tentu menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat dan pelamar.
Penelusuran mendalam oleh Inspektorat Jenderal Komdigi akhirnya menemukan akar permasalahannya. Kebocoran data tersebut ternyata berhubungan erat dengan proses Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Proses PJLP ini dilaksanakan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Komdigi.
Inspektur Jenderal Komdigi, Arief Tri Hardiyanto, menjelaskan detail proses perekrutan bermasalah tersebut. Perekrutan ini dilaporkan dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 15 Januari 2026, yang kini menjadi fokus penyelidikan. Perekrutan pegawai itu rupanya dilakukan secara mandiri oleh satuan kerja Sekretariat DJID.
Pengadaan jasa tersebut mencakup sembilan posisi tenaga administrasi yang sangat dibutuhkan. Perekrutan mandiri ini menimbulkan celah keamanan yang tidak terantisipasi sebelumnya. Sistem yang kurang terintegrasi menjadi pemicu utama insiden data ini.
Hasil investigasi mengindikasikan adanya kelalaian prosedur dalam pengelolaan data sensitif. Data pelamar yang seharusnya aman justru terekspos ke pihak yang tidak berwenang. Temuan ini menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat dalam setiap proses rekrutmen.
Sebagai respons atas temuan serius ini, Komdigi mengambil langkah tegas dan cepat. Tiga pejabat yang terlibat langsung dalam insiden tersebut telah dinonaktifkan dari jabatannya. Tindakan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian yang terjadi.
Insiden kebocoran data ini menjadi pengingat penting bagi semua lembaga pemerintah. Keamanan data pribadi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas digital. Komdigi berkomitmen untuk memperketat standar keamanan data ke depannya.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno