Spilltekno – Di tengah ramainya inovasi ponsel lipat yang digandrungi banyak merek, Realme justru punya jalan sendiri. Alih-alih ikut nimbrung di arena persaingan yang sengit itu, pabrikan asal Tiongkok ini malah asyik fokus mengembangkan smartphone biasa dan ekosistem aksesorisnya. Kira-kira, kenapa ya Realme pilih langkah yang agak “beda sendiri” ini?
Kenapa Sih Realme Belum Kepincut Ponsel Lipat?
Soal Harga dan Minat Konsumen
Dalam perayaan ulang tahun Realme yang ke-7, sang CEO, Xu Qi, blak-blakan bilang kalau ponsel lipat belum jadi prioritas utama mereka saat ini. “Bikin ponsel lipat itu butuh duit gede banget, buat riset, pengembangan, sampai produksinya,” jelas Xu Qi. Selain itu, lanjutnya, ponsel lipat itu peminatnya masih kalangan tertentu saja, belum jadi kebutuhan semua orang. “Kami lihat adopsi ponsel lipat belum masif. Fokus kami adalah bikin produk yang relevan dan terjangkau buat mayoritas konsumen,” tambahnya lagi. Jadi, mahalnya biaya produksi dan minat konsumen yang belum terlalu besar jadi alasan utama Realme untuk sementara “menepi” dulu dari persaingan ponsel lipat.
Lebih Pilih Investasi di Aksesori dan Baterai Canggih
Daripada pusing mikirin ponsel lipat, Realme lebih memilih mengalokasikan sumber dayanya untuk bikin aksesoris keren dan mengembangkan teknologi baterai. “Kami percaya aksesoris seperti power bank, charger cepat, dan earphone nirkabel itu punya potensi pasar yang besar dan bisa kasih nilai tambah buat pengguna smartphone Realme,” kata salah seorang perwakilan Realme. Bahkan, mereka sempat pamer konsep smartphone dengan baterai 15.000 mAh! Angka yang fantastis, setara dengan power bank berjalan. “Kami terus berinovasi buat meningkatkan daya tahan baterai smartphone kami. Ini salah satu prioritas utama kami,” imbuhnya. Fokus ke aksesoris dan inovasi baterai jadi strategi alternatif Realme biar tetap bisa bersaing di pasar smartphone.
Strategi Realme: Bidik Pasar Menengah dan Aksesori
Saling Sikut dengan Xiaomi di Pasar Aksesori
Dengan fokusnya ke pasar menengah dan aksesoris, Realme otomatis harus bersaing langsung dengan Xiaomi. Seperti yang kita tahu, Xiaomi memang jagoan soal ekosistem produknya. “Xiaomi sudah lama dikenal sebagai pemain kunci di pasar aksesoris, dengan berbagai produk mulai dari power bank sampai smart home devices,” ujar Risky Andrianto, Analis Gadget dari IDC Indonesia. “Realme mencoba menantang dominasi Xiaomi dengan menawarkan produk serupa dengan harga yang lebih bersaing.” Persaingan antara Realme dan Xiaomi di pasar aksesoris ini diprediksi bakal makin seru ke depannya. Masing-masing berlomba menawarkan produk berkualitas dengan harga yang menarik.
Gimana Kondisi Pasar Ponsel Lipat di Indonesia Sekarang?
Samsung Mendominasi, tapi Ada Oppo, Vivo, dan Huawei Ikutan
Saat ini, pasar ponsel lipat di Indonesia masih dikuasai oleh Samsung, dengan lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Tapi, persaingan juga makin ketat dengan munculnya pemain lain seperti Oppo, Vivo, dan Huawei. Oppo sudah punya Find N series, sementara Vivo hadir dengan X Fold series. Huawei bahkan punya ponsel lipat tiga layar, Huawei Mate XT Ultimate Design, yang harganya bikin dompet menjerit. “Pasar ponsel lipat masih sangat segmented, harganya relatif mahal dan target pasarnya spesifik,” kata Risky Andrianto. Meski begitu, potensi pasar ponsel lipat di Indonesia tetap menjanjikan, seiring dengan makin banyaknya konsumen yang tertarik dengan perangkat inovatif dan premium.
Kelihatannya, Realme memang memilih untuk sabar dulu sebelum terjun ke pasar ponsel lipat. Mereka merasa teknologi saat ini belum benar-benar matang dan harga masih jadi kendala utama. Perusahaan ini akan terus memantau perkembangan pasar dan tidak menutup kemungkinan untuk meluncurkan ponsel lipat di masa depan, kalau kondisi pasar sudah lebih oke. Sementara itu, Realme akan terus fokus mengembangkan smartphone biasa yang inovatif dan terjangkau, serta memperkuat ekosistem aksesorisnya. Harapannya, strategi ini bisa membantu Realme untuk terus berkembang dan bersaing di pasar smartphone yang makin ramai ini. Spilltekno
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran Whatsapp Channel