Game

M7 Mobile Legends Knockout, AE di Atas Angin, ONIC Cuma Punya Satu Nyawa!

2
×

M7 Mobile Legends Knockout, AE di Atas Angin, ONIC Cuma Punya Satu Nyawa!

Sebarkan artikel ini
M7 Mobile Legends Knockout, AE di Atas Angin, ONIC Cuma Punya Satu Nyawa!
M7 Mobile Legends Knockout, AE di Atas Angin, ONIC Cuma Punya Satu Nyawa!

Spilltekno – M7 World Championship Mobile Legends kini sudah panas, masuk babak Knockout yang penuh kejutan dan drama. Laga pembuka langsung menyajikan duel impian para penggemar esports Indonesia: Alter Ego (AE) versus ONIC Esports. Pertarungan sengit ini bukan cuma memperebutkan gengsi, tapi juga menentukan nasib mereka di tangga turnamen. Hasilnya? Alter Ego sukses mengamankan posisi di Upper Bracket usai menang telak 2-0, sementara ONIC harus rela turun ke Lower Bracket, menghadapi jalan terjal yang siap menghadang mereka dari eliminasi. Momen krusial ini jadi penanda dimulainya fase penentuan di turnamen Mobile Legends paling akbar ini.

Spilltekno

M7 Mobile Legends: Babak Knockout Dimulai

Ajang Kejuaraan Dunia M7 Mobile Legends resmi menginjak fase Knockout pada Rabu, 18 Januari 2026. Sejak itu, turnamen ini menjanjikan serangkaian pertarungan sengit yang puncaknya bakal tersaji pada 25 Januari 2026. Babak inilah yang akan jadi saksi siapa yang paling layak mengangkat trofi dan menyandang gelar juara dunia Mobile Legends terbaru. Delapan tim terbaik dari berbagai penjuru dunia siap bersaing mati-matian demi meraih takhta tertinggi.

Perjalanan Tim Menuju Knockout: Dari Swiss Stage

Sebelum melangkah ke panggung Knockout yang penuh tekanan, semua tim lebih dulu berjibaku di fase Swiss Stage, yang berlangsung dari 10 sampai 17 Januari 2026. Di fase ini, 16 tim peserta diuji konsistensinya dalam format pertandingan yang menuntut kejelian. Alter Ego sukses menunjukkan dominasinya, bahkan menjadi tim pertama yang mengamankan slot Knockout Stage dengan rekor sempurna 3-0 tanpa sekalipun kalah.

Di sisi lain, perjalanan ONIC Esports di Swiss Stage justru jauh lebih berliku dan penuh tantangan. Sang juara MPL ID Season 16 ini sempat terseok-seok di awal, bahkan menelan dua kekalahan dalam format Best of 1. Namun, julukan “Landak Kuning” memang bukan sembarang julukan; mereka berhasil bangkit di laga-laga penentuan. Dengan perjuangan ekstra, ONIC akhirnya memastikan tiket ke babak Knockout, meski dengan rekor tipis 3-2. Performa yang kontras antara dua tim raksasa Indonesia ini sudah cukup memberikan gambaran awal betapa ketatnya persaingan yang akan terjadi.

Baca Juga:  Game Favoritmu Bakal Lebih Aman? Aturan Umur Baru Segera Hadir!

Daftar Lengkap Tim yang Lolos

Dari 16 tim yang berjuang keras di Swiss Stage, hanya delapan yang berhak melanjutkan petualangan mereka ke babak Knockout. Kedelapan tim ini adalah representasi kekuatan Mobile Legends dari berbagai regional, siap memamerkan strategi dan gaya bermain unik mereka di panggung dunia. Mereka adalah: Alter Ego (Indonesia), Selangor Red Giants (Malaysia), Team Liquid PH (Filipina), Aurora PH (Filipina), Aurora Gaming (Turki), Team Spirit (Rusia), Yangon Galacticos (Myanmar), dan tentu saja, ONIC Esports (Indonesia). Komposisi tim ini menjanjikan pertarungan yang beragam dan tidak terduga.

Drama Undian Bracket: Derby Awal yang Mengejutkan

Proses pengundian bracket untuk babak Knockout ternyata menyimpan kejutan besar, terutama bagi penggemar Mobile Legends di Indonesia. Pengundian yang dipimpin langsung oleh Ihsan “Luminaire,” seorang legenda dan peraih gelar M1, justru menghasilkan skenario yang tak disangka-sangka. Bukannya menunggu hingga fase-fase selanjutnya, Alter Ego dan ONIC Esports justru harus saling berhadapan di pertandingan pembuka!

Derby awal yang satu ini langsung mencuri perhatian, karena mempertemukan dua tim terkuat dari regional yang sama secara prematur. Tak hanya Indonesia, dua representasi kuat dari Filipina, Team Liquid PH dan Aurora PH, juga harus saling sikut di awal babak. Situasi ini jelas menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan takdir yang acak dalam turnamen sebesar M7, sekaligus memicu antusiasme luar biasa bercampur ketegangan di kalangan penggemar.

Pertarungan Sengit AE vs ONIC: Penentu Nasib di Upper Bracket

Pertandingan pembuka Knockout Stage antara Alter Ego dan ONIC Esports yang dihelat pada 18 Januari lalu bukan sekadar laga biasa. Ini adalah pertarungan hidup-mati, penentu nasib! Pemenang berhak melaju mulus ke Upper Bracket dengan keuntungan “dua nyawa,” sementara yang kalah harus turun ke Lower Bracket, menghadapi ancaman eliminasi yang jauh lebih besar. Tekanan besar jelas menyelimuti kedua kubu, mengingat sejarah panjang rivalitas sengit mereka.

Baca Juga:  Cara Dapat Icon Spesial & Ribuan Gems Gratis di FC Mobile!

Alter Ego Berhasil Lakukan Revans

Bagi Alter Ego, laga ini memiliki makna ganda. Mereka tak hanya mengamankan posisi penting, tapi juga berhasil menuntaskan misi balas dendam atas ONIC Esports. Ingat, pada gelaran MPL ID Season 16 sebelumnya, Alter Ego harus mengakui keunggulan ONIC di grand final dengan skor telak 4-1. Namun, di panggung M7 kali ini, momen berbalik arah.

Alter Ego yang datang sebagai kuda hitam dengan rekor meyakinkan di Swiss Stage, kembali menunjukkan performa puncaknya. Mereka berhasil menumbangkan ONIC dengan skor bersih 2-0 dalam format Best of 3 yang sengit. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan posisi AE di Upper Bracket, tetapi juga membuktikan konsistensi performa mereka di kancah internasional. “Kami belajar banyak dari kekalahan sebelumnya. Fokus dan persiapan matang adalah kunci untuk pertandingan sepenting ini,” ujar salah satu perwakilan tim Alter Ego seusai pertandingan, menggambarkan kunci kemenangan mereka.

ONIC Turun ke Lower Bracket: Bertahan dengan Satu Nyawa

Kekalahan 0-2 dari Alter Ego jelas menempatkan ONIC Esports pada posisi yang sangat sulit. Sang juara MPL ID Season 16 itu kini harus turun ke Lower Bracket, menghadapi jalur eliminasi yang jauh lebih terjal. Di Lower Bracket, setiap pertandingan benar-benar menjadi hidup atau mati; tidak ada lagi kesempatan kedua. Tim yang kalah akan langsung angkat koper, gugur dari turnamen.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan mental dan strategis yang berat bagi ONIC. Mereka harus segera berbenah dan menemukan kembali performa terbaiknya jika ingin bertahan di M7. Tekanan untuk bangkit dan menjaga harapan menjadi juara dunia kini bergantung pada setiap laga yang akan mereka hadapi, bertarung dengan hanya “satu nyawa” tersisa.

Baca Juga:  Kode Redeem FC Mobile Terbaru, Buruan Klaim Biar Tim Kamu Makin GG!

Jadwal dan Prospek Selanjutnya di M7 Knockout

Babak Knockout M7 Mobile Legends akan terus menyajikan tontonan seru hingga puncaknya pada Minggu, 25 Januari 2026. Dengan Alter Ego yang kini nyaman di Upper Bracket, mereka punya keuntungan besar untuk melangkah lebih jauh dengan jatah dua kali kesempatan. Di babak selanjutnya, mereka akan menghadapi pemenang antara Team Liquid PH atau Aurora PH, menjanjikan duel seru antar regional.

Sementara itu, ONIC Esports harus segera mempersiapkan diri untuk pertarungan hidup mati di Lower Bracket. Di sana, kesalahan sekecil apa pun dapat berujung pada gugurnya mereka dari turnamen. Jalur ini menuntut ketahanan mental dan adaptasi strategi yang super cepat. Prospek kedua tim Indonesia ini masih sangat terbuka lebar, namun perjalanan mereka akan jauh berbeda di fase penentuan ini, menambah intesitas persaingan di M7 World Championship.

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran WhatsApp Channel

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *