Game

Eks Bos Rockstar Ungkap Ide GTA Tokyo yang Sayangnya Gak Pernah Terwujud

2
×

Eks Bos Rockstar Ungkap Ide GTA Tokyo yang Sayangnya Gak Pernah Terwujud

Sebarkan artikel ini
Eks Bos Rockstar Ungkap Ide GTA Tokyo yang Sayangnya Gak Pernah Terwujud
Eks Bos Rockstar Ungkap Ide GTA Tokyo yang Sayangnya Gak Pernah Terwujud

Spilltekno – Obbe Vermeij, mantan petinggi Rockstar, baru-baru ini bikin heboh jagat maya dengan bocoran rahasia yang mungkin bikin fans Grand Theft Auto (GTA) antara melongo kagum dan sedikit kecewa: ternyata, ide proyek GTA Tokyo itu benar-benar ada! Bukan cuma omong kosong atau khayalan liar para pemain, konsep membayangkan Shibuya Crossing yang super ramai jadi arena kekacauan khas GTA itu ternyata hampir banget jadi kenyataan. Sayangnya, di balik ambisi besar tersebut, ada alasan super realistis yang bikin mimpi GTA Tokyo harus kandas.

Spilltekno

Rahasia yang Terbongkar: GTA Tokyo dan Sederet Kota Lainnya

Gagasan Megah yang Hampir Jadi Nyata

Kabar mengejutkan ini datang langsung dari Obbe Vermeij, sosok yang dulunya menjabat direktur teknis di Rockstar North, studio di balik kesuksesan seri GTA. Lewat unggahan di blog pribadinya sekitar pertengahan Februari 2024 lalu, Vermeij membongkar kalau ide GTA berlatar kota-kota di luar Amerika Serikat, khususnya Tokyo, pernah digodok serius. Ini bukan cuma obrolan ngopi santai, lho, tapi sudah jadi konsep yang tinggal selangkah lagi menuju implementasi.

Membayangkan Tokyo, kota metropolitan dengan gedung pencakar langit menjulang, riuhnya persimpangan Shibuya yang ikonis, serta gemerlap kehidupan malamnya, lalu disatukan dengan gaya main GTA yang penuh kebebasan, aksi brutal, dan sindiran tajam, jelas sangat menggoda. Bahkan, proyek ini sempat direncanakan bakal digarap oleh studio lain di Jepang. Mereka rencananya akan mengambil “kode dasar” dari Rockstar lalu mengadaptasinya untuk latar Tokyo. “Studio lain di Jepang akan mengerjakannya, mengambil kode kami dan membuat GTA: Tokyo. Tapi pada akhirnya itu tidak terjadi,” kata Vermeij, menggambarkan betapa dekatnya proyek ini dengan kenyataan.

Baca Juga:  Kode Redeem FC Mobile Terbaru Rilis! Buruan Klaim Hadiah Eksklusif Sekarang!

Bukan Cuma Tokyo: Ada Kota Lain yang Juga Masuk Radar

Selain Tokyo, Vermeij juga mengungkapkan bahwa beberapa kota besar lain di luar AS sempat jadi kandidat kuat untuk latar Grand Theft Auto selanjutnya. Daftar ini termasuk Rio de Janeiro di Brasil, Moskow di Rusia, dan Istanbul di Turki. Setiap kota itu punya pesonanya sendiri, menawarkan budaya, arsitektur, dan atmosfer yang jelas beda jauh dari Liberty City, Vice City, atau Los Santos yang sudah sangat akrab di telinga para gamer.

Namun, di antara semua pilihan itu, Tokyo lah yang paling intensif dibahas dan dipersiapkan. Lokasi-lokasi eksotis ini memang menawarkan potensi cerita yang kaya, mulai dari intrik kejahatan Yakuza di Tokyo, kartel narkoba di Rio, sampai politik kotor di Moskow. Meski begitu, serangkaian pertimbangan strategis akhirnya bikin Rockstar memutuskan untuk tetap setia pada latar Amerika.

Kenapa Mimpi GTA Tokyo Harus Kandas?

Rockstar Ogah Ambil Risiko: Nyaman di Zona Sendiri

Keputusan untuk tidak melanjutkan proyek GTA Tokyo tidak lepas dari pertimbangan yang super pragmatis. Vermeij menyoroti “zona nyaman” Rockstar. Bayangkan, dengan miliaran dolar dipertaruhkan untuk pengembangan setiap game AAA, apalagi seri sekelas GTA, mengambil risiko dengan latar yang belum teruji itu dianggap terlalu besar. “Ketika miliaran dolar dipertaruhkan, terlalu mudah untuk berkata ‘mari kita lakukan apa yang kita tahu lagi’,” ujar Vermeij, menjelaskan pola pikir di balik keputusan tersebut.

Amerika Serikat, dengan budaya popnya yang mendunia, memang jadi latar yang familiar dan gampang dicerna pemain di seluruh dunia. Ini jelas meminimalkan risiko dalam hal penerimaan pasar, lokalisasi konten, dan adaptasi cerita. Pakai latar Amerika juga bikin tim pengembang lebih gampang riset, menangkap esensi budayanya, dan menghindari salah paham yang mungkin muncul kalau pindah ke budaya yang sangat berbeda seperti Jepang atau Turki.

Baca Juga:  Roblox, Kejutan Agustus! Item Avatar Keren Gratis Menantimu!

Senjata dan Satire Amerika: DNA yang Tak Terpisahkan dari GTA

Salah satu pilar utama yang bikin Grand Theft Auto punya identitas kuat adalah kemampuannya menyajikan satire tajam terhadap budaya Amerika, terutama soal obsesi pada kekayaan, konsumerisme, dan kebebasan punya senjata api. Pendiri Rockstar, Dan Houser, pernah banget menegaskan elemen krusial ini. “Anda membutuhkan senjata,” tegas Houser, mengacu pada peran penting senjata api dalam formula permainan GTA.

Elemen ini, menurut Houser, susah banget buat ditiru di negara lain yang punya regulasi senjata api lebih ketat atau budaya yang beda soal kekerasan. Satire yang relevan dengan masyarakat Amerika mungkin enggak akan sekuat atau semenyeluruh kalau diterapkan di budaya Tokyo atau Rio. Padahal, usaha buat bikin satire serupa di latar lain pasti butuh pemahaman mendalam tentang nuansa budaya lokal, yang jelas bakal makan waktu dan sumber daya yang gede banget.

Resiko Super Besar di Balik Pengembangan Game Modern

Di era game modern sekarang, siklus pengembangan satu judul AAA, apalagi sekelas GTA, bisa memakan waktu lebih dari satu dekade. GTA V, misalnya, dikembangkan bertahun-tahun sebelum rilis di 2013, dan sekuelnya, GTA VI, diperkirakan baru nongol di 2025. Dengan durasi pengembangan yang panjang dan biaya produksi yang terus meroket, setiap keputusan strategis harus dipikirkan matang-matang.

Mengambil risiko dengan latar tempat baru yang eksotis, yang berpotensi butuh penyesuaian fundamental pada DNA permainan, dianggap tidak realistis dalam konteks ini. Investasi waktu, uang, dan sumber daya manusia yang begitu besar menuntut jaminan keberhasilan yang tinggi. Makanya, tetap berpegang pada formula yang sudah terbukti sukses di pasar global jadi pilihan paling logis buat Rockstar. Meski impian GTA Tokyo akhirnya cuma jadi angan-angan, keputusan ini mencerminkan strategi konservatif yang sering banget diambil pengembang game besar demi menjaga keberlanjutan waralaba mereka yang super berharga.

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran WhatsApp Channel

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *