Spilltekno – Akses telekomunikasi di Aceh masih belum optimal pasca serangkaian bencana alam. Longsor dan banjir bandang sejak akhir November 2025 telah melumpuhkan jaringan vital di beberapa wilayah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan konektivitas.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan komitmen penuh pemerintah. Pemulihan infrastruktur telekomunikasi di lokasi terdampak menjadi prioritas utama Komdigi. Ini demi memastikan masyarakat tetap terhubung di tengah situasi sulit.
Percepatan layanan telepon dan akses internet difokuskan di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge. Wilayah di Kabupaten Aceh Tengah ini merupakan salah satu yang paling parah terdampak banjir bandang. Komdigi berupaya keras mengembalikan fungsi komunikasi esensial di sana.
Pernyataan Nezar Patria disampaikan langsung saat berdialog dengan warga dan relawan. Forum daring tersebut menjadi wadah penting untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan di lapangan. Interaksi ini menunjukkan pendekatan proaktif dari Komdigi.
Konektivitas yang stabil sangat krusial dalam penanganan dampak bencana. Informasi akurat dan koordinasi cepat antar tim penyelamat bergantung pada jaringan telekomunikasi yang berfungsi. Tanpa internet dan telepon, upaya bantuan bisa terhambat signifikan.
Wamenkomdigi memastikan kehadiran Komdigi tidak hanya sebatas janji. Tim teknis terus bekerja di lapangan untuk memperbaiki perangkat dan jaringan yang rusak. Ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah bagi masyarakat Aceh.
Pemulihan ini tentu menghadapi berbagai tantangan, termasuk medan yang sulit dan cuaca ekstrem. Namun, semangat untuk mengembalikan normalitas akses komunikasi tetap membara. Diharapkan dalam waktu dekat, seluruh wilayah terdampak dapat kembali terhubung sepenuhnya.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
