Spilltekno – Dunia game dikejutkan dengan kabar pembatalan proyek Last Sentinel. Game open-world cyberpunk ini digadang-gadang sebagai pesaing kuat Grand Theft Auto (GTA). Sayangnya, ambisi besar tersebut kini harus kandas di tengah jalan.
Proyek ambisius ini telah dikembangkan oleh studio Lightspeed LA selama lebih dari enam tahun. Tencent sebagai induk perusahaan telah mengucurkan dana investasi fantastis. Angka tersebut dilaporkan mencapai lebih dari USD 300 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun.
Awalnya, Tencent sempat membantah rumor pembatalan proyek Last Sentinel. Namun, laporan investigasi dari Bloomberg memberikan gambaran berbeda. Sumber terpercaya menyebutkan bahwa proyek ini pada dasarnya sudah dihentikan total.
Dampak langsung dari penghentian proyek ini sangat terasa bagi tim pengembang. Sekitar 80 developer harus menerima kenyataan pahit pemutusan hubungan kerja. Mereka terkena PHK pada pekan ini setelah bertahun-tahun berkarya.
Pihak Lightspeed LA akhirnya mengonfirmasi adanya perampingan tim. Mereka beralasan terjadi pergeseran arah kreatif dan pengembangan game. Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi internal yang mendalam.
Evaluasi internal tersebut mencakup hasil dari sesi play-testing yang ketat. Temuan dari pengujian tersebut mungkin menunjukkan perlunya perubahan signifikan. Perubahan ini tampaknya terlalu besar atau tidak dapat diimplementasikan.
Pembatalan proyek sebesar ini menunjukkan tantangan serius dalam industri game. Bahkan raksasa seperti Tencent pun bisa menghadapi kegagalan proyek. Hal ini menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam pengembangan game AAA.
Kepergian Last Sentinel meninggalkan kekosongan di genre open-world cyberpunk. Para penggemar game tentu berharap akan ada proyek lain yang bisa mengisi kekosongan tersebut. Namun, kegagalan ini mungkin membuat pengembang lain lebih berhati-hati.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
