Spilltekno – Dunia teknologi dikejutkan oleh putusan perceraian fantastis di Korea Selatan. Seorang miliarder AI terkemuka harus membayar kompensasi yang sangat besar. Jumlahnya mencapai USD 645 juta atau setara Rp 11,5 triliun.
Tokoh utama di balik berita ini adalah Chey Tae-won, ketua SK Group Korea Selatan. Pria berusia 65 tahun ini dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Negeri Ginseng. Sebagian besar kekayaannya melesat berkat booming industri kecerdasan buatan.
Kekayaan Chey Tae-won sangat terkait erat dengan kesuksesan SK Hynix. Perusahaan ini merupakan raksasa chip memori global yang sahamnya terus melonjak tajam. SK Hynix juga dikenal sebagai pemasok utama bagi Nvidia, pemimpin di sektor chip AI.
Perceraian ini menjadi sorotan media dan bahkan dijuluki sebagai “perceraian abad ini”. Chey Tae-won memutuskan untuk meninggalkan istrinya demi perempuan lain yang lebih muda. Keputusan pribadinya ini berujung pada konsekuensi finansial yang luar biasa besar.
Mantan istrinya, Roh Soh-yeong, adalah pihak yang mengajukan tuntutan di pengadilan. Ia menuntut setengah dari total kekayaan sang miliarder. Perseteruan hukum mereka menarik perhatian publik luas di Korea Selatan.
Sebelum putusan pengadilan dijatuhkan, kekayaan Chey diperkirakan mencapai sekitar USD 5 miliar. Angka fantastis ini setara dengan sekitar Rp 89 triliun. Putusan pengadilan kini telah mengurangi sebagian besar dari total kekayaan pribadinya.
Jumlah Rp 11,5 triliun bukan hanya angka, melainkan cerminan dampak besar perceraian ini. Ini menunjukkan betapa mahalnya harga sebuah pilihan pribadi bagi seorang tokoh teknologi. Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak kalangan.
Kasus Chey Tae-won menyoroti persimpangan antara kekayaan, kekuasaan, dan kehidupan pribadi. Ini juga mengingatkan kita akan volatilitas nasib para pemimpin industri. Dunia teknologi tidak hanya tentang inovasi, tetapi juga drama kehidupan di baliknya.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
