Spilltekno – Fenomena menjual identitas diri untuk melatih AI kini sedang marak. Banyak orang tergiur dengan bayaran dolar yang ditawarkan. Meski demikian, risiko besar selalu mengintai di balik tawaran menggiurkan ini.
Jacobus Louw menjadi salah satu contoh nyata dari tren tersebut. Pria 27 tahun asal Cape Town, Afrika Selatan ini, menemukan cara unik mendapatkan uang. Ia merekam aktivitas sehari-harinya untuk model kecerdasan buatan.
Louw merekam beberapa video kakinya serta pemandangan saat berjalan di trotoar. Video ini ditujukan untuk tugas ‘Navigasi Perkotaan’. Dari upaya tersebut, ia berhasil meraup penghasilan awal yang signifikan.
Tugas-tugas ini ditemukan Louw di Kled AI, sebuah aplikasi khusus. Kled AI membayar kontributor untuk mengunggah data pribadi mereka. Data tersebut bisa berupa video, foto, atau informasi lainnya yang berguna melatih AI.
Dari beberapa video yang diunggah, Louw mendapat USD 14 atau sekitar Rp 230.000. Jumlah ini setara dengan 10 kali lipat upah minimum di negaranya. Uang tersebut cukup untuk kebutuhan belanja setengah minggu bagi dirinya.
Hanya dalam beberapa minggu, Louw mampu menghasilkan USD 50 atau sekitar Rp 800.000. Ia melakukannya hanya dengan mengunggah gambar dan video dari kehidupan sehari-harinya. Ini menunjukkan potensi penghasilan yang menarik dari metode tersebut.
Tren ini menggambarkan dilema modern antara privasi dan kebutuhan finansial. Banyak individu bersedia menukar data pribadi mereka demi keuntungan sesaat. Namun, konsekuensi jangka panjang dari penjualan identitas ini masih menjadi pertanyaan besar.
Pemanfaatan data pribadi untuk melatih AI memang semakin vital bagi perkembangan teknologi. Perusahaan AI membutuhkan jutaan data valid untuk meningkatkan akurasi model mereka. Inilah yang menciptakan pasar baru bagi individu yang siap menjual identitasnya.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
