Scroll untuk baca artikel
AI

AI Cina Bikin Video Realistis Hollywood Panik Berat

3
×

AI Cina Bikin Video Realistis Hollywood Panik Berat

Sebarkan artikel ini
AI Cina Bikin Video Realistis Hollywood Panik Berat
AI Cina Bikin Video Realistis Hollywood Panik Berat

SpillteknoIndustri film Hollywood tengah diguncang ancaman serius dari teknologi kecerdasan buatan. Studio-studio raksasa kini menuntut ByteDance, pemilik TikTok, atas pelanggaran hak cipta masif. AI video canggih dari China ini mampu menciptakan klip ultra-realistis yang meniru film populer.

Alat AI yang dimaksud adalah Seedance 2.0, sebuah inovasi dari ByteDance yang dikenal dengan kemampuannya. Teknologi ini bisa menghasilkan video yang sangat mirip dengan adegan dari film dan acara TV yang sudah ada. Klip-klip tersebut bahkan sering menampilkan aktor sungguhan dari karya aslinya.

Asosiasi Film Amerika (MPA) secara tegas menuding Seedance 2.0 melakukan penggunaan karya berhak cipta secara tidak sah. Mereka mengklaim bahwa pelanggaran ini terjadi dalam skala masif hanya dalam satu hari peluncuran. Ini menunjukkan betapa cepatnya teknologi AI dapat mereplikasi konten yang ada.

MPA mewakili deretan studio film paling berpengaruh di dunia hiburan. Nama-nama besar seperti Netflix, Paramount Pictures, dan Disney Studios termasuk di dalamnya. Ada juga Prime Video, Sony Pictures, Universal Studios, dan Warner Bros Discovery yang ikut menyuarakan keberatan.

Isu ini memicu perdebatan sengit tentang masa depan hak cipta di era AI. Kemampuan AI meniru tanpa izin menimbulkan kekhawatiran serius bagi para kreator dan pemilik konten. Bagaimana industri akan melindungi karya mereka dari replikasi instan menjadi pertanyaan besar.

Banyak yang bertanya apakah ini adalah awal dari kepunahan model bisnis Hollywood tradisional. Jika AI bisa membuat konten serupa dengan biaya minim, nilai produksi film blockbuster bisa tergerus. Ini bukan hanya soal meniru, tapi juga tentang dominasi pasar dan inovasi.

Baca Juga:  AI untuk Mempertajam Gambar 8x Lipat Lebih Jernih

Kasus ini menyoroti kecepatan luar biasa perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir. Batasan etika dan hukum belum sepenuhnya siap menghadapi inovasi yang begitu cepat. Peraturan baru dan kerangka hukum yang jelas sangat dibutuhkan untuk mengatur penggunaan AI di industri kreatif.

Konflik antara Hollywood dan AI China ini akan menjadi preseden penting bagi industri global. Hasil dari tuntutan ini akan membentuk bagaimana teknologi AI berinteraksi dengan hak kekayaan intelektual. Masa depan hiburan mungkin akan sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang.

Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno

Memuat judul video...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *