Spilltekno – Banjir bandang yang terus menerus melanda berbagai wilayah Indonesia kini bukan lagi sekadar dampak hujan ekstrem. Fenomena ini ternyata menyimpan peringatan serius tentang kondisi ekosistem hutan kita. Para ahli menyebutnya sebagai alarm ekologis yang wajib diwaspadai.
Situasi ini menunjukkan bahwa hutan sebagai penyangga kehidupan telah berada pada titik kritis. Hutan yang sehat seharusnya mampu menahan air dan mencegah erosi tanah secara efektif. Namun, berulangnya banjir bandang mengindikasikan fungsi vital ini telah runtuh.
Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati BRIN, Hendra Gunawan, menegaskan hal ini. Beliau menekankan bahwa banjir bandang saat ini harus dibaca sebagai tanda keruntuhan fungsi ekosistem. Istilah ‘ecosystem collapse’ menggambarkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Keruntuhan fungsi ekosistem berarti kemampuan alami hutan untuk menyediakan layanan penting telah terganggu parah. Layanan tersebut meliputi regulasi air, penyimpanan karbon, dan habitat bagi keanekaragaman hayati. Ketika fungsi ini rusak, dampaknya langsung terasa pada kehidupan manusia.
Dahulu, banjir bandang mungkin dianggap sebagai kejadian alam biasa yang dipicu oleh curah hujan tinggi. Namun, kini pandangan tersebut harus diubah secara fundamental. Frekuensi dan intensitas banjir menjadi indikator kuat adanya masalah mendalam pada sistem alam.
Hilangnya tutupan pohon memang berperan, tetapi masalahnya jauh lebih kompleks dari itu. Degradasi tanah dan hilangnya keanekaragaman hayati turut memperparah kerentanan ekosistem. Semua elemen ini saling terkait dalam menciptakan kondisi kritis saat ini.
Masyarakat dan pemerintah perlu bersinergi dalam upaya restorasi ekosistem yang berkelanjutan. Edukasi tentang pentingnya menjaga hutan juga harus terus digencarkan di berbagai lapisan masyarakat. Masa depan lingkungan Indonesia sangat bergantung pada tindakan kita bersama.
Ikuti terus berita teknologi lainnya hanya di Spilltekno
