Spilltekno – Akhirnya! Setelah sekian lama ditunggu, film adaptasi dari game populer Call of Duty resmi digarap oleh Paramount Pictures. Penantian panjang para penggemar pun berakhir. Untuk menyutradarai proyek ambisius ini, Paramount menunjuk Peter Berg, sutradara yang sudah nggak asing lagi dengan film-film aksi dan perang. Sementara itu, naskah film dipercayakan kepada Taylor Sheridan, penulis skenario nomine Oscar yang dikenal lewat karya-karya dramatisnya. Tujuan utamanya jelas: bikin film blockbuster yang nggak cuma disukai fans berat, tapi juga bisa narik penonton baru yang lebih luas.
Film Call of Duty Resmi Digarap: Akhir Penantian Panjang
Penantian yang rasanya sudah berlarut-larut, bahkan seperti satu dekade lamanya, akhirnya terbayar tuntas. Salah satu franchise game terbesar di dunia, Call of Duty, kini benar-benar siap melaju ke layar lebar. Proyek film adaptasi ini, yang sudah lama jadi bahan obrolan, kini secara resmi masuk tahap pengerjaan di bawah bendera Paramount Pictures. Berita ini jelas jadi angin segar buat jutaan penggemar di seluruh dunia yang sudah lama penasaran seperti apa jadinya kalau kisah-kisah ikonik dari game kesayangan mereka ini dibawa ke format sinematik.
Deretan nama besar yang terlibat dalam proyek ini seolah jadi jaminan mutu kalau adaptasi Call of Duty ini akan digarap serius dan kualitasnya nggak main-main. Sebetulnya, wacana proyek ambisius ini sudah ada sejak Activision, penerbit game Call of Duty, pertama kali mengumumkan rencana adaptasi ke layar lebar. Nah, sekarang, harapan para fans sudah bisa sedikit membuncah, meskipun film ini diyakini masih di tahap awal banget, dan kita semua tahu adaptasi film biasanya butuh waktu lama sebelum benar-benar siap tayang.
Proyek Ambisius dengan Segudang Tantangan
Mengubah franchise sebesar Call of Duty jadi film, itu bukan pekerjaan gampang, lho. Game ini sudah berkembang lebih dari dua dekade, menyajikan puluhan judul dengan narasi dan lini masa yang beragam. “Call of Duty sudah ada selama dua dekade—dari mana Anda harus memulai?” ujar Matt Booty, Kepala Xbox Game Studios, mengakui kompleksitas tantangan yang dihadapi. Tapi, di balik kerumitan itu, Matt Booty juga melihat ini sebagai kesempatan emas buat meluaskan sayap franchise ini.
Untungnya, David Ellison, bos Paramount, dikenal sebagai gamer garis keras Call of Duty. Jadi, ia berkomitmen penuh buat memberikan pengalaman sinematik yang otentik dan menghormati warisan game ini. Ellison bahkan berjanji, komitmen dan kualitas yang mereka berikan untuk film ini bakal setara dengan saat studio menggarap Top Gun: Maverick, film yang sukses besar secara kritis maupun komersial dengan nilai produksi yang tinggi.
Perdebatan Plot: Modern Warfare atau Black Ops?
Nah, dari sekian banyak pertanyaan, yang paling bikin penasaran tentu saja: plotnya nanti mau seperti apa? Para fans kan tahu, Call of Duty punya dua pilar utama yang sama-sama populer: seri Modern Warfare dengan nuansa perang militer modern yang realistis, dan seri Black Ops yang lebih gelap, penuh konspirasi sureal, dan operasi rahasia. Perdebatan soal ini sudah lama banget jadi topik hangat di kalangan penggemar.
Kabar burungnya, Activision bahkan sempat kirim survei ke para fans buat nanya mereka lebih suka plot yang mana. Tapi, mau bagaimanapun, keputusan akhir mengenai arah narasi tetap ada di tangan studio Paramount dan tim kreatif. Pemilihan alur cerita yang tepat jadi krusial banget buat memastikan film ini tetap relevan di mata penggemar lama sekaligus berhasil menarik minat penonton baru yang mungkin belum familiar dengan sejarah panjang game ini.
Komitmen Paramount untuk Kualitas Otentik
Ngomongin soal komitmen, Paramount Pictures serius banget menjaga kualitas dan otentisitas film adaptasi ini. David Ellison, yang memimpin studio tersebut, menekankan pentingnya menghormati materi sumber yang kaya. Ini berarti mereka pengen banget filmnya bisa nangkap esensi pertempuran yang intens, drama karakter yang dalam, sampai intrik politik yang memang jadi ciri khas Call of Duty. Harapannya, cara ini bisa jadi jaring pengaman agar film ini nggak ikut terjebak jadi adaptasi game yang seringkali berakhir mengecewakan.
Bahkan, tim produksi bakal gandengan tangan sama Activision buat memastikan setiap detail, dari bentuk senjata sampai nuansa lokasi, terasa akurat dan familiar di mata fans. Intinya, mereka ingin bikin film yang nggak cuma asyik ditonton, tapi juga bisa jadi semacam perayaan buat Call of Duty sebagai salah satu franchise paling berpengaruh di dunia hiburan.
Duo Kreatif Berpengalaman Memimpin Proyek
Nah, buat merealisasikan visi segede itu, Paramount nggak main-main. Mereka nunjuk dua sosok kreatif yang sudah nggak diragukan lagi pengalamannya di jagat perfilman. Gabungan sutradara dan penulis skenario kelas kakap ini seolah jadi sinyal keras kalau film Call of Duty ini memang digarap serius banget, baik buat bikin fans girang maupun buat narik penonton baru ke bioskop.
Peter Berg: Sutradara dengan Rekam Jejak Film Perang Realistis
Kursi sutradara dipercayakan ke Peter Berg, jagoan di balik film-film perang intens macam Lone Survivor (2013), Deepwater Horizon (2016), atau Patriots Day (2016). Berg ini memang punya track record oke banget dalam menyajikan adegan aksi yang realistis, ketegangan yang bikin deg-degan, dan karakter yang kompleks di tengah situasi paling ekstrem sekalipun. Pengalamannya menggarap film dari kisah nyata, lengkap dengan detail teknis yang presisi, pastinya diharapkan bisa nangkap banget esensi pertempuran ala Call of Duty.
Berg juga sering banget kolaborasi sama aktor-aktor papan atas dan punya gaya penyutradaraan yang dinamis. Penting banget kemampuannya buat menyeimbangkan aksi militer yang ngebombastis dengan drama manusiawi, supaya pengalaman main game yang imersif itu bisa diterjemahkan jadi cerita film yang kuat.
Taylor Sheridan: Penulis Naskah Nomine Oscar yang Dinanti
Di sisi lain, urusan naskah dipercayakan ke Taylor Sheridan. Penulis skenario nomine Oscar ini terkenal lewat karya-karya kerennya kayak Sicario (2015), Hell or High Water (2016), dan serial TV hit Yellowstone. Sheridan ini jagonya bikin dialog yang ‘nusuk’, karakter yang dalam, dan plot yang penuh intrik. Jadi, keterlibatannya sudah bisa dipastikan kalau film ini nggak cuma bakal jual adegan tembak-tembakan doang, tapi juga punya fondasi cerita yang kuat dan relevan.
Gaya Sheridan yang realistis dan berani ngulik tema-tema gelap diharapkan bisa banget ngangkat narasi Call of Duty ke level yang lebih tinggi, ngasih kedalaman yang lebih dari sekadar aksi dor-doran. Gabungan apik visi Peter Berg sebagai sutradara dan kecerdasan Taylor Sheridan dalam menulis cerita ini bikin tim kreatif Call of Duty jadi super menjanjikan. Memang sih, film Call of Duty masih di tahap awal banget, tapi dengan tim sekuat ini, rasanya ekspektasi fans bakal makin melambung!
Proyek Call of Duty ini juga muncul pas lagi marak-maraknya adaptasi game ke film. Selain ini, ada juga kabar kalau game legendaris Street Fighter bakal dibikin film baru yang rencananya tayang 2026 nanti. Ini semua nunjukkin kalau industri film sekarang lagi optimis banget sama potensi franchise game di layar lebar.
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan Saluran WhatsApp Channel
